BERITASosial Masyarakat

Usia ke 80 Tahun Barnabas Suebu, Gubernur Fakhiri: Jejak Pengabdian yang Menginspirasi Papua

309
×

Usia ke 80 Tahun Barnabas Suebu, Gubernur Fakhiri: Jejak Pengabdian yang Menginspirasi Papua

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM | Perayaan syukur ulang tahun ke-80 Barnabas Suebu berlangsung khidmat di Graha SARA Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Rabu (29/4/2026), menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pengabdian salah satu tokoh besar Papua.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Penjabat Sekretaris Daerah serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

- Iklan Berbayar -

Dalam sambutannya, Matius Fakhiri menegaskan bahwa perjalanan hidup Barnabas Suebu—yang akrab disapa Kaka Bas—bukan sekadar perjalanan usia, melainkan catatan panjang pengabdian bagi masyarakat Papua.

“Delapan puluh tahun bukan sekadar angka usia. Ini adalah perjalanan panjang pengabdian, pengalaman kepemimpinan, dan jejak pemikiran yang telah memberi warna bagi sejarah Tanah Papua,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keunikan perjalanan kepemimpinan Barnabas Suebu yang dinilai langka, karena pernah memimpin Papua dalam dua periode zaman yang berbeda.

“Tidak banyak pemimpin yang memiliki perjalanan seperti beliau. Kaka Bas dipercaya memimpin Papua di dua zaman yang berbeda,” katanya.

Menurut Fakhiri, kepemimpinan Barnabas Suebu tidak hanya mencerminkan kekuatan politik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap karakter dan gagasan yang dimilikinya.

“Ini bukan sekadar soal politik, tetapi tentang kepercayaan rakyat terhadap gagasan, karakter, dan keteguhan seorang pemimpin,” ucapnya.

Nilai Kepemimpinan dan Refleksi Pembangunan

Gubernur Fakhiri menekankan bahwa perjalanan hidup Barnabas Suebu menjadi refleksi penting bagi para pemimpin masa kini dalam membangun Papua.

“Membangun Papua bukan sekadar menjalankan kekuasaan, tetapi menjalankan tanggung jawab sejarah,” tegasnya.

Ia menyebutkan tiga nilai utama yang dapat dipetik dari sosok Barnabas Suebu, yakni keberanian bermimpi besar, menjaga persatuan, serta kesetiaan dalam mengabdi kepada rakyat.

Di tengah dinamika pembangunan Papua saat ini, termasuk pemekaran wilayah, Fakhiri juga mengingatkan pentingnya menghargai fondasi yang telah dibangun oleh para pemimpin terdahulu.

“Setiap langkah ke depan selalu berdiri di atas fondasi yang telah dibangun sebelumnya, termasuk oleh Kaka Bas,” katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat, ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas dedikasi Barnabas Suebu.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian, keteladanan, serta gagasan yang telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Papua,” ujarnya.

Ia juga mendoakan agar Barnabas Suebu tetap sehat dan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua.

Pesan Kaka Bas: Hidup dengan Sukacita dan Kedewasaan

Sementara itu, Barnabas Suebu dalam pesannya mengajak masyarakat untuk memaknai kehidupan dengan bijak dan penuh sukacita.

“Hidup ini harus dijalani dengan sukacita. Tidak semua yang pahit itu tidak bermanfaat, dan tidak semua yang manis itu membawa manfaat,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa perjalanan hidup selama 80 tahun tidak selalu berjalan mulus, namun setiap pengalaman memiliki makna dalam membentuk karakter.

Selain itu, Kaka Bas juga mengajak masyarakat Papua untuk bersikap dewasa dan sportif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola dengan kedewasaan demi kemajuan bersama.

“Hidup saya adalah untuk melayani Tuhan dan sesama, terutama dalam kerja-kerja sosial dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Perayaan syukur ini tidak hanya menjadi penanda usia, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi para pemimpin dan masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan serta melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua.