SERUIPOS.COM | Kericuhan besar pecah usai pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026) malam. Polisi mencatat sedikitnya 25 mobil dibakar massa, sementara 27 sepeda motor milik aparat kepolisian dilaporkan hilang di tengah situasi chaos yang terjadi di sekitar stadion.
Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan kerugian materiil akibat kerusuhan tersebut cukup besar. Selain puluhan mobil yang dibakar, sembilan unit kendaraan roda dua juga hangus terbakar.
“Terdapat 25 mobil dirusak atau dibakar saat ricuh pertandingan Persipura vs Adhyaksa. Selain itu juga terdapat 27 sepeda motor milik polisi dinyatakan hilang,” kata Cahyo kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayapura bersama Tim Inafis Polda Papua langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi kerusakan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sedikitnya empat titik utama kerusakan di area stadion. Salah satu kerusakan paling parah terjadi di area Aquatic dan ruang kontrol video (VCO) Stadion Lukas Enembe.
“Kerusakan paling menonjol ditemukan pada area Aquatic dan ruang kontrol video (VCO) Stadion Lukas Enembe, di mana banyak kaca ditemukan pecah akibat lemparan massa,” ujar Cahyo.
Polisi menduga kericuhan yang terjadi usai laga Persipura kontra Adhyaksa FC dimanfaatkan oleh provokator. Kekalahan Persipura di kandang sendiri memicu tingginya emosi dan kekecewaan suporter hingga berujung aksi anarkis.
Tak hanya kendaraan, sejumlah kios di sekitar stadion juga dilaporkan ikut dibakar massa. Aparat kini tengah mendalami keterlibatan pihak-pihak yang diduga menjadi aktor provokasi dalam kerusuhan tersebut.
“Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung,” tegas Cahyo.
Ia menjelaskan, kondisi stadion yang dipadati ribuan penonton membuat situasi sulit dikendalikan ketika emosi massa mulai memuncak. Polisi menilai momentum keramaian dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperkeruh keadaan.
“Kondisi keramaian di lokasi pertandingan juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan di sekitar stadion,” jelasnya.
Pertandingan antara Persipura dan Adhyaksa FC sendiri berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Kekalahan tersebut sekaligus memupus harapan Persipura Jayapura untuk promosi ke kompetisi Super League atau Liga 1 musim depan.
Kegagalan tim berjuluk Mutiara Hitam itu diduga menjadi pemicu utama kekecewaan suporter yang kemudian berubah menjadi kerusuhan besar di area stadion dan sekitarnya.
Hingga kini aparat keamanan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan memburu pelaku perusakan serta pembakaran yang terekam dalam sejumlah dokumentasi video dan kamera pengawas di area stadion.
















