BERITASosial Masyarakat

Sambut Hari Pattimura, Masyarakat Maluku di Serui Tampilkan Tarian dan Kuliner Khas

136
×

Sambut Hari Pattimura, Masyarakat Maluku di Serui Tampilkan Tarian dan Kuliner Khas

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Ikatan Keluarga Maluku Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Malam Budaya Etnik Maluku bertajuk “Budaya Maluku Harmoni dalam Keberagaman” di halaman Hotel Kelapa Dua, Selasa (12/5/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian besar menyambut puncak peringatan Hari Pattimura ke-209 yang jatuh pada 15 Mei 2026.

Pelaksanaan malam budaya yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Mei 2026, menjadi ruang kebersamaan masyarakat Maluku di Kabupaten Kepulauan Yapen sekaligus upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah kehidupan masyarakat diperantuan.

- Iklan Berbayar -

Mewakili Ketua Ikemal Cabang Kepulauan Yapen, Harold Wenno, Wakil Ketua I Benhard Putnarubun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan warga Maluku di tanah rantau.

“Puji Tuhan semua berjalan dengan baik. Masyarakat Maluku di Kabupaten Kepulauan Yapen bisa hadir bersama untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Kita bersyukur bisa hidup berdampingan dalam kebersamaan di daerah ini,” ujar Benhard seusai kegiatan.

Pada malam pertama, panitia menghadirkan parade budaya dan fashion show yang menampilkan kekayaan adat dari empat pilar kerukunan di bawah naungan Ikemal, yakni Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Utara, dan Tanimbar. Setiap kelompok menampilkan busana adat, lagu daerah, hingga tarian tradisional yang menjadi identitas budaya masing-masing daerah.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian pengunjung adalah tarian katreji dari Maluku Tengah yang menggambarkan keceriaan dan kebersamaan masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan lagu-lagu daerah Maluku yang dibawakan dalam nuansa penuh persaudaraan.

Selain pertunjukan seni dan budaya, panitia juga menghadirkan beragam makanan khas Maluku dari berbagai daerah. Sajian kuliner khas Maluku Utara, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, hingga Tanimbar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir. Keberagaman cita rasa tersebut mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Maluku yang kini hidup dan berkembang di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Benhard mengatakan kegiatan budaya tersebut memiliki makna penting untuk menjaga identitas budaya agar tetap dikenal generasi muda. Menurutnya, masyarakat Maluku tidak boleh melupakan akar budaya dan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan para leluhur.

“Kita ingin melestarikan apa yang sudah orang tua kita terdahulu lakukan. Kita tidak boleh melupakan dari mana kita berasal,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat Maluku di Kepulauan Yapen dapat terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah demi kesejahteraan bersama. Menurutnya, semangat persaudaraan yang dikenal melalui filosofi Maluku “potong di kuku rasa di daging” perlu terus dijaga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Filosofi tersebut menggambarkan kebersamaan dalam suka maupun duka, terlebih banyak warga Maluku di Yapen yang telah hidup berdampingan dan membangun keluarga bersama masyarakat asli Yapen maupun berbagai suku lainnya.

“Melalui kegiatan ini kita bisa saling mengenal, saling bertemu, dan menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga besar Maluku di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujarnya.

Menjelang Hari Pattimura ke-209, Panitia Hari-Hari Besar Maluku sebelumnya juga telah menggelar berbagai kegiatan perlombaan, mulai dari lomba makan papeda, turnamen bola voli, hingga lomba bagi anak-anak sebagai bagian dari semangat kebersamaan masyarakat Maluku di Kepulauan Yapen. (**)