BERITAPemerintahan

Gubernur Papua Matius Fakhiri Dijadwalkan Kunjungan Kerja ke Yapen 19-21 Mei 2026

330
×

Gubernur Papua Matius Fakhiri Dijadwalkan Kunjungan Kerja ke Yapen 19-21 Mei 2026

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mulai mematangkan berbagai agenda strategis daerah menjelang kunjungan kerja Gubernur Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Mei 2026. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Harold Weno, saat memimpin apel pagi bersama ASN dan tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Harold Weno menegaskan pentingnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dalam mendukung agenda sinkronisasi program Otonomi Khusus (Otsus) serta persiapan kunjungan Pemerintah Provinsi Papua ke Kepulauan Yapen.

- Iklan Berbayar -

Harold meminta kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut kunjungan kerja Gubernur Papua yang akan berlangsung selama tiga hari di Kepulauan Yapen.

Ia mengungkapkan bahwa pembahasan awal terkait rangkaian kegiatan gubernur telah dilakukan bersama Wakil Bupati dan sejumlah pimpinan OPD pada Jumat pekan lalu. Karena itu, seluruh OPD teknis diminta bergerak cepat menyiapkan lokasi maupun program yang akan menjadi titik kunjungan.

“Pada saat rapat finalisasi jadwal kegiatan Gubernur Papua, seluruh persiapan harus sudah dalam keadaan siap. Terutama jika ada kelompok masyarakat binaan yang akan dikunjungi, maka semuanya harus benar-benar siap untuk menerima kegiatan kunjungan tersebut,” tegas Harold.

Tak hanya fokus pada agenda pemerintahan, Plh Sekda juga menyoroti pentingnya inovasi dan branding program OPD sebagai bagian dari penguatan identitas pembangunan daerah.

Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kepulauan Yapen atas inovasi program “Gerbang Kaya” atau Gerakan Membangun Kakao Yapen yang dinilai kreatif dan mudah diingat masyarakat.

Menurut Harold, penamaan program yang kuat dapat membangun optimisme publik sekaligus memperkuat citra pembangunan sektor pertanian daerah.

“Branding seperti ini bagus karena menggugah semangat bersama. Jika nanti ada lokasi kebun kakao yang dikunjungi Gubernur Papua, maka branding program tersebut bisa dipasang sebagai identitas inovasi daerah,” katanya.

Di akhir arahannya, Harold Weno mengingatkan seluruh ASN dan tenaga honorer agar terus membangun komunikasi internal yang baik dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia menilai komunikasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan kerja sama yang solid di lingkungan birokrasi.

“Sepanjang komunikasi internal belum efektif, jangan bermimpi kita dapat melakukan sesuatu yang besar. Komunikasi adalah tindakan dasar untuk membangun kerja bersama. Tanpa komunikasi yang baik, jangan bermimpi kita bisa melakukan hal-hal besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” tutupnya. (**)