MENAWI, SERUIPOS.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Simon Petrus Menawi menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pelayanan sekaligus memperkuat kebersamaan generasi muda gereja.
Perayaan yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 16.30 WIT hingga selesai, tidak hanya menjadi peringatan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menandai berakhirnya masa jabatan Ketua PAM GKI Simon Petrus Menawi, Yulius Mara, S.H., M.Pd.K.
Dalam momentum tersebut, Yulius Mara mengajak seluruh anggota PAM untuk menjadikan usia 52 tahun sebagai semangat baru dalam meningkatkan kebersamaan dan keterlibatan pemuda dalam pelayanan gereja.
Menurutnya, kekuatan PAM terletak pada kebersamaan. Karena itu, generasi muda di GKI Simon Petrus Menawi diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terus saling mendukung dan membangun pelayanan secara bersama.
“Dengan usia ini, saya berharap PAM Simon Petrus Menawi terus meningkatkan kebersamaan. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri, tetapi mari bersama-sama membangun pelayanan dan menjadi bagian penting dalam gereja,” ujar Yulius Mara.

Masa Jabatan Berakhir, Pelayanan Harus Berlanjut
HUT ke-52 tersebut menjadi momentum khusus bagi Yulius Mara karena bersamaan dengan berakhirnya masa kepemimpinannya sebagai Ketua PAM.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhir pula pengabdian dalam pelayanan. Pergantian kepemimpinan, menurutnya, merupakan bagian dari proses regenerasi agar pelayanan PAM dapat terus berjalan dan berkembang.
Yulius berharap kepemimpinan selanjutnya mampu mempertahankan berbagai hal positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.
“Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah pelayanan tetap berjalan dan kebersamaan tetap dijaga,” katanya.
Ketua Jemaat: Pemuda Harus Jadi Tulang Punggung Gereja
Sementara itu, Ketua Jemaat GKI Simon Petrus Menawi, Pdt. Penina E. Koimera, S.Si., menegaskan bahwa masa depan gereja sangat bergantung pada kualitas generasi muda.
Ia meminta pemuda tidak hanya hadir dalam berbagai kegiatan gereja, tetapi juga mempersiapkan diri untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam pelayanan.
“Generasi muda harus menjadi tulang punggung gereja,” pesan Pdt. Penina.
Menurutnya, menjadi tulang punggung gereja tidak hanya membutuhkan keaktifan dalam kegiatan pelayanan, tetapi juga iman, karakter, tanggung jawab dan kemampuan menjaga diri di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengingatkan pemuda agar bijak dalam pergaulan serta menjaga kesehatan, termasuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV/AIDS.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat tantangan yang dihadapi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga menyangkut pergaulan, kesehatan, karakter dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
HUT ke-52 Jadi Titik Awal Regenerasi
Perayaan HUT ke-52 PAM GKI Simon Petrus Menawi pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut membawa pesan mengenai keberlanjutan pelayanan, kebersamaan dan regenerasi kepemimpinan pemuda gereja.
Berakhirnya masa jabatan Yulius Mara menjadi bagian dari proses regenerasi dalam tubuh PAM, sementara pesan Ketua Jemaat menegaskan posisi strategis generasi muda sebagai kekuatan yang akan menentukan masa depan pelayanan gereja.
Dengan semangat kebersamaan, PAM GKI Simon Petrus Menawi diharapkan terus menjadi ruang pembinaan iman, pembentukan karakter serta wadah bagi pemuda untuk belajar memimpin, melayani dan mengambil tanggung jawab bagi gereja maupun masyarakat. (**)
Pewarta : Manu Waromi / Angkaisera














