Iklan Berbayar
BERITAKeluhanSUARA WARGA

Daya Beli Menurun, Pedagang Sayur Pasar Aroro Serui Keluhkan Sepinya Pembeli

×

Daya Beli Menurun, Pedagang Sayur Pasar Aroro Serui Keluhkan Sepinya Pembeli

Sebarkan artikel ini

SERUI, SERUIPOS.COM — Penurunan daya beli masyarakat mulai dirasakan para pedagang sayur di Pasar Aroro Serui. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang sepanjang Agustus 2026.

Salah satunya dirasakan Yosina Aninam, warga Kampung Ariepi, yang sehari-hari berjualan sayur dan bumbu dapur di Pasar Aroro Serui.

SURVEI Juli - Agustus 2026

Saat ditemui di Pasar Aroro Serui, Saptu (29/8/2026), Yosina mengaku dagangannya terkadang tidak habis terjual. Bahkan, ia bersama pedagang lainnya harus menghabiskan waktu dari pagi hingga malam dengan jumlah pembeli yang relatif sedikit.

Menurut Yosina, pendapatan dari berjualan sangat bergantung pada banyaknya masyarakat yang datang berbelanja. Dalam kondisi normal, ia menargetkan keuntungan sekitar Rp200 ribu per hari. Namun, kondisi saat ini membuat target tersebut semakin sulit dicapai.

“Kadang kami jualan hanya untuk membayar uang taksi dan utang,” ungkap Yosina.

Ia menjelaskan, sebagian hasil penjualan bahkan hanya cukup untuk menutupi biaya transportasi dari Kampung Ariepi menuju Kota Serui. Biaya transportasi tersebut mencapai sekitar Rp30 ribu per orang.

Dalam kondisi tertentu, Yosina bersama pedagang lainnya terpaksa berutang biaya taksi dan baru membayarnya setelah dagangan mereka terjual.

Kondisi tersebut dinilai semakin membebani pedagang kecil yang mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Yosina berharap kondisi perekonomian yang terdampak kebijakan efisiensi dapat segera membaik. Menurutnya, dampak penurunan daya beli paling terasa bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pedagang sayur dan pelaku usaha kecil lainnya.

“Kami berharap keadaan ini cepat berlalu, sehingga kami bisa kembali mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harap Yosina.

Para pedagang berharap meningkatnya kembali aktivitas ekonomi masyarakat dapat mendorong jumlah pembeli di pasar, sehingga pendapatan mereka perlahan kembali normal. (**)