BERITAPemerintahanTanah Papua

Pemprov Papua Mulai Salurkan TPP ASN Secara Bertahap, Diawali Pembayaran Januari

169
×

Pemprov Papua Mulai Salurkan TPP ASN Secara Bertahap, Diawali Pembayaran Januari

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta, Rabu (25/2/2026) - Foto PAPUA.GO.ID

SERUIPOS.COM | Pemerintah Provinsi Papua mulai menyalurkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan skema bertahap. Pada tahap awal, pembayaran difokuskan untuk periode Januari, sementara bulan-bulan berikutnya akan diselesaikan secara berurutan.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan kebijakan tersebut diambil agar kewajiban pemerintah tetap berjalan di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil.

- Iklan Berbayar -

“TPP akan kami bayar, karena mereka sudah bekerja. Pembayaran akan dimulai sampai bulan Januari terlebih dahulu, kemudian dua bulan ke depan akan kami selesaikan juga,” ujar Fakhiri.

Ia menegaskan, pemberian TPP merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kinerja ASN dalam menjalankan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Supaya memberikan motivasi bagi semua ASN bisa bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Fakhiri, pemerintah daerah juga memahami kondisi ekonomi yang saat ini belum sepenuhnya pulih. Karena itu, TPP diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para pegawai negeri.

“Kami memahami kondisi ekonomi saat ini memang belum baik, sehingga pemerintah harus bisa memberikan stimulus kepada pegawai negeri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan agar TPP yang diterima ASN dapat dibelanjakan di wilayah Papua, sehingga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal.

“Saya berharap uang ini dibelanjakan di tengah-tengah masyarakat. Jadi bukan digunakan untuk jalan-jalan ke luar Papua, tetapi dibelanjakan di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh, UMKM berkembang, dan ini bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua,” tutup Fakhiri. (**)