BERITAOlahragaSosial Masyarakat

Patahkan Rekor DerPanzerui, Tanggo Arui Community Bentangkan Konvoi 4,5 Kilometer di Serui

316
×

Patahkan Rekor DerPanzerui, Tanggo Arui Community Bentangkan Konvoi 4,5 Kilometer di Serui

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, perhatian dunia kembali tertuju kepada Tim Nasional Argentina. Sebagai juara bertahan dengan tiga bintang di dada, Albiceleste datang ke turnamen kali ini dengan status yang tidak dimiliki banyak negara. Kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar menjadikan Argentina sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi dunia. Optimisme tersebut tidak hanya hidup di Buenos Aires, tetapi juga bergema hingga Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Semangat itulah yang terlihat pada Kamis (4/6/2026), ketika ribuan pendukung Argentina yang tergabung dalam Tanggo Arui Community (TAC) menggelar Konvoi Simpatik Argentina dengan tema “Berbagi Rasa Bagi Yang Belum Rasa”.

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Serui Kota itu menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah komunitas pendukung sepak bola di Kepulauan Yapen. Sejak siang hari, kawasan pusat kota dipenuhi warna biru-putih khas Argentina. Bendera, atribut, jersey, syal hingga berbagai ornamen pendukung menghiasi lokasi kegiatan.

Sebelum konvoi dimulai, ribuan masyarakat yang memadati alun-alun terlebih dahulu disuguhi aksi sosial dari TAC. Sorak-sorai “Argentina Juara” dan “Vamos… Vamos…” terdengar dari berbagai sudut kota. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para lansia ikut larut dalam suasana pesta sepak bola yang penuh kegembiraan.

Namun perhatian terbesar masyarakat tertuju ketika iring-iringan kendaraan mulai bergerak meninggalkan alun-alun.

Panjang konvoi tersebut terlihat jelas dari bentangan barisan kendaraan yang memenuhi ruas-ruas jalan utama Kota Serui. Saat kendaraan terdepan yang dikawal mobil foreder Satuan Lalu Lintas Polres Kepulauan Yapen telah melintas Pasar Aroro Iroro, Jalan Diponegoro, Jalan Mohammad Yamin hingga Jalan Pattimura, pada saat yang sama ekor konvoi masih berada di kawasan Jalan Gajah Mada Atas Bukit Orai dengan arah turun menuju Alun-Alun Serui melalui Jalan Patah Hati, Kompleks Rumah Sakit Lama hingga Kampung Islam. Rentang arak-arakan yang membentang dari titik-titik tersebut menjadi gambaran nyata panjang konvoi yang mencapai sekitar 4,5 kilometer.

Pemandangan itu membuat masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan tidak henti-hentinya mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Dari sejumlah titik pemantauan terlihat lautan kendaraan dan manusia yang nyaris tidak terputus.

Berdasarkan laporan koordinator wilayah TAC yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, panjang iring-iringan mencapai kurang lebih 4,5 kilometer. Catatan tersebut sekaligus mematahkan rekor konvoi yang sebelumnya dipegang komunitas pendukung Jerman, DerPanzerui, yang beberapa waktu lalu mencatat panjang arak-arakan sekitar 3 kilometer.

Jika sebelumnya DerPanzerui berhasil menarik perhatian publik dengan konvoi besar mereka, maka TAC berhasil menghadirkan skala yang lebih panjang dan lebih besar. Rekor tersebut menjadi bukti bahwa euforia Argentina di Kota Serui terus tumbuh menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Ketua Tanggo Arui Community, Aser Aninam, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan selama kurang lebih dua minggu melalui beberapa kali rapat dan konsolidasi internal.

Menurutnya, konvoi kali ini mengusung konsep yang berbeda karena tidak hanya menampilkan euforia sepak bola, tetapi juga menghadirkan aksi sosial kepada masyarakat.

“Kami telah mempersiapkan kegiatan ini kurang lebih dua minggu. Hari ini kami melaksanakan konvoi simpatik sekaligus berbagi kepada masyarakat melalui pembagian sekitar 4.000 tango,” ujarnya.

Aser menjelaskan angka 4.000 dipilih bukan tanpa alasan. Angka tersebut melambangkan keyakinan TAC bahwa Argentina akan mampu menambah satu bintang lagi dan menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

“Kami optimis Argentina bisa meraih empat bintang. Karena itu kami membagikan 4.000 tango sebagai simbol harapan kami,” katanya.

Pembagian ribuan tango tersebut dilakukan kepada masyarakat yang berada di lokasi kegiatan maupun warga yang ditemui sepanjang jalur konvoi. Aksi itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ikut merasakan kemeriahan kegiatan.

Tidak berhenti pada kegiatan sosial, TAC juga melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan Alun-Alun Serui sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas publik yang digunakan bersama.

Menurut Aser, kecintaan terhadap sepak bola harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan.

“Kota Serui adalah rumah bersama. Karena itu kami ingin setiap kegiatan yang kami lakukan juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Untuk memastikan konvoi berjalan aman, TAC menurunkan enam hingga tujuh koordinator wilayah yang bertugas mengawal seluruh peserta selama perjalanan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan mengingat seluruh peserta menggunakan jalan umum yang dipakai masyarakat setiap hari.

Kesuksesan konvoi perdana ini juga tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pengurus Tanggo Arui Community yang sejak awal terlibat dalam proses perencanaan, koordinasi lapangan, pengaturan peserta, hingga pengamanan sepanjang rute konvoi. Kekompakan para pengurus, koordinator wilayah, serta relawan TAC menjadi faktor penting yang membuat kegiatan berlangsung tertib, aman, dan mendapat apresiasi dari masyarakat maupun aparat keamanan.

Kehadiran para pengurus TAC di setiap titik pengamanan menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan konvoi yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jalan dan masyarakat yang menyaksikan jalannya kegiatan.

Hasilnya, konvoi berlangsung tertib, aman dan tanpa insiden berarti.

Aser mengaku bersyukur karena seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai.

“Puji Tuhan semua berjalan lancar. Tidak ada kecelakaan, tidak ada gangguan keamanan, dan semua peserta kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Wakapolres Kepulauan Yapen, Kompol Unding Alimuddin, yang hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Kehadirannya tidak hanya sebagai unsur pimpinan Polres Kepulauan Yapen yang memastikan keamanan kegiatan, tetapi juga sebagai salah satu pecinta sepak bola dan pendukung Argentina yang turut merasakan semangat kebersamaan dalam konvoi tersebut.

Wakapolres memberikan penghargaan kepada seluruh pengurus dan anggota TAC karena mampu menunjukkan fanatisme sepak bola yang positif, tertib, dan menghormati pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung aman dan lancar menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap sepak bola dapat diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kehadiran aparat kepolisian dalam pengamanan kegiatan turut memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dari awal hingga selesai.

Bagi masyarakat Kota Serui, konvoi TAC bukan hanya tentang dukungan kepada Argentina. Kegiatan itu menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, kreativitas, dan semangat masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia.

Kini, dengan status Argentina sebagai juara bertahan dan mimpi besar meraih bintang keempat, Tanggo Arui Community telah mengirimkan pesan yang kuat dari ujung timur Indonesia.

Pesan itu terbentang sepanjang 4,5 kilometer di jalan-jalan Kota Serui.

Sebuah pesan bahwa dukungan kepada Argentina di Kepulauan Yapen bukan hanya terdengar melalui nyanyian dan sorakan.

Tetapi terlihat nyata dalam konvoi terbesar yang pernah menghiasi jalan-jalan Kota Serui menjelang Piala Dunia 2026. (**)