BERITAEDUKASI

Roi Palunga Kenang Dorce Sakka: “Kalau Orang Bertanya Perempuan Tangguh, Mama Saya Jawabannya”

444
×

Roi Palunga Kenang Dorce Sakka: “Kalau Orang Bertanya Perempuan Tangguh, Mama Saya Jawabannya”

Sebarkan artikel ini
Bupati Benyamin Arisoy Melayat ke Rumah Duka Ibunda Wakil Bupati Yapen, Dorce Sakka Dikenang sebagai Sosok Perempuan Tangguh (Foto : Romes/seruipos.com)

SERUIPOS.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Palunga-Sakka atas berpulangnya Almarhumah Dorce Sakka, ibunda tercinta Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, yang meninggal dunia pada Senin, 1 Juni 2026, di RSUD Serui setelah menjalani perawatan akibat sakit. Almarhumah tutup usia pada umur 84 tahun.

Sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kepada keluarga yang berduka, Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Yapen Ny. Dina Rumbiak Arisoy melayat ke rumah duka di Kota Serui.

Kehadiran Bupati dan Ketua TP-PKK disambut keluarga besar Palunga-Sakka yang tengah berduka atas kepergian sosok ibu yang selama hidupnya dikenal sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan penuh kasih sayang kepada keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Almarhumah Dorce Sakka. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, ia mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan.

“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Bupati.

Rumah Duka Dipadati Pelayat

Sejak kabar duka tersebar, rumah duka terus dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan. Hadir memberikan penghormatan terakhir di antaranya Staf Ahli Bupati, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, para Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat, sahabat, kerabat, hingga masyarakat umum.

Pada malam harinya, Bupati Benyamin Arisoy kembali hadir dalam Ibadah Penguatan Iman bersama keluarga besar, jemaat, dan para pelayat. Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh pengharapan.

Firman Tuhan yang diambil dari 2 Timotius 4:7-8 mengingatkan jemaat tentang pentingnya menjalani kehidupan dengan setia hingga akhir, sebagaimana seseorang yang telah menyelesaikan pertandingan iman dan memelihara kepercayaannya kepada Tuhan.

Roi Palunga Kenang Perjuangan Sang Ibu

Dalam suasana penuh haru, Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga mengenang sang ibunda sebagai perempuan tangguh yang sepanjang hidupnya tidak pernah berhenti berjuang demi keluarga.

Menurut Roi, kedua orang tuanya, Almarhum Jacob Palunga dan Almarhumah Dorce Sakka, merantau ke Serui pada tahun 1967 dan membangun kehidupan keluarga dari nol di tanah perantauan.

Perjalanan hidup keluarga mereka tidak selalu mudah. Roi menceritakan bahwa ayahnya yang bekerja sebagai kontraktor pernah mengalami kegagalan besar setelah dana hasil proyek yang seharusnya diterima keluarga dibawa lari oleh orang yang dipercaya mengurus penagihan pembayaran.

Peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga Palunga. Sang ayah mengalami trauma mendalam, sementara kebutuhan hidup keluarga harus tetap dipenuhi.

“Itu masa yang sangat pahit bagi kami. Bapa mengalami trauma yang sangat mendalam. Sejak saat itu, yang berdiri paling depan menopang keluarga adalah mama,” kenang Roi.

Dalam kondisi ekonomi yang sulit, Dorce Sakka memilih bekerja keras demi masa depan anak-anaknya. Ia berjualan kue putar, memelihara ternak babi, serta melakukan berbagai pekerjaan lainnya agar anak-anaknya tetap dapat bersekolah.

“Kami bergantian menjaga jualan sepulang sekolah. Mama bekerja luar biasa keras selama bertahun-tahun. Dari pagi sampai malam. Bahkan sampai sebelum masuk rumah sakit, mama tidak pernah berhenti bekerja,” ujarnya.

“Kalau Orang Bertanya Perempuan Tangguh, Mama Saya Jawabannya”

Roi menegaskan bahwa seluruh pencapaian anak-anak dalam keluarga Palunga tidak terlepas dari perjuangan sang ibu yang tanpa lelah bekerja dan berkorban.

“Tidak pernah berhenti tangan itu bekerja. Kalau hari ini kami bisa berhasil, itu karena mama. Saya menjadi anggota DPR karena mama. Saya menjadi Wakil Bupati karena mama. Kalau orang bertanya seperti apa perempuan tangguh, maka mama saya adalah jawabannya. Perempuan Toraja yang paling tangguh di tanah perantauan, di Kota Serui,” ungkapnya.

Kenangan Terakhir di RSUD Serui

Roi juga mengenang hari-hari terakhir ibundanya selama menjalani perawatan di RSUD Serui. Selama sekitar satu minggu dirawat, kondisi kesehatan Almarhumah sempat mengalami pasang surut.

Di tengah masa perawatan, Dorce Sakka sempat menyampaikan keinginannya untuk kembali merayakan ulang tahun di Toraja bersama keluarga besar.

“Mama bilang kepada saya, ‘Saya mau rayakan ulang tahun di Toraja.’ Saya langsung jawab, ‘Baik mama, nanti saya sendiri yang antar’,” kenangnya.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana sang ibu selama di rumah sakit kini menjadi kenangan yang sangat berharga bagi keluarga. Salah satunya adalah kegemarannya menikmati es kiko, bahkan saat sedang menjalani perawatan.

“Kadang tengah malam pun masih minta es kiko. Hal-hal kecil seperti itu sekarang menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami,” tutur Roi.

Momen paling mengharukan terjadi beberapa jam sebelum Almarhumah menghembuskan napas terakhir. Saat Roi mendekat dan memanggil ibundanya, Dorce Sakka membuka mata dan kemudian merangkul putranya dengan erat.

“Mama rangkul saya dari atas kepala. Walaupun masih ada infus terpasang di tangannya, pelukan itu sangat erat. Pipi kami saling menempel. Tidak ada kata-kata yang keluar, tetapi dalam hati saya tahu mama sedang berpamitan,” kenangnya dengan haru.

Tinggalkan 7 Anak, 11 Cucu, dan 7 Cicit

Sejak menetap di Serui pada tahun 1967 bersama mendiang suaminya, Almarhumah Dorce Sakka menjalani kehidupan penuh perjuangan hingga berhasil membesarkan anak-anak yang kini mengabdikan diri di berbagai bidang pelayanan, pemerintahan, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Almarhumah meninggalkan tujuh orang anak, yakni Alberthina Rante Palunga, Marthinus Palunga, Almarhum Agustinus Palunga, Esternika Palunga, Roi Palunga, Rina Palunga, dan Almarhum Rony Palunga. Selain itu, ia juga meninggalkan 11 cucu dan 7 cicit.

Ucapan belasungkawa turut disampaikan Ketua Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir. Ia menyebut kepergian Dorce Sakka sebagai kehilangan besar bagi keluarga besar GPdI Papua.

“Beliau adalah sosok yang setia berjemaat di GPdI Ekklesia Serui Kota dan dikenal sebagai salah satu warga Toraja generasi awal yang datang dan menetap di Serui,” tulisnya.

Kepergian Almarhumah Dorce Sakka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, gereja, dan masyarakat. Namun, kehidupan yang dijalaninya menjadi teladan tentang keteguhan, kerja keras, kasih seorang ibu, serta pengorbanan yang mengantarkan generasi penerusnya meraih keberhasilan.

Sementara itu, jadwal ibadah pemakaman Almarhumah Dorce Sakka masih menunggu keputusan keluarga besar karena masih menantikan kedatangan anak-anak, cucu, cicit, menantu, dan kerabat yang berada di luar daerah. (**)

Jurnalis : Romes