SERUI, SERUIPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria, dan Kusta (ATMK). Edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah yang dilakukan dengan melibatkan gereja, tokoh agama, serta masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan bagi warga Jemaat GKI Pniel Turu, Minggu (30/8/2026), yang dilaksanakan seusai ibadah di Gedung Gereja GKI Pniel Turu.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari Ketua Jemaat GKI Pniel Turu, Pdt. Novella M. Kareth, bersama majelis dan seluruh warga jemaat.
Hadir dalam kegiatan itu Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, didampingi istri Ny. Rosita Mambay, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Karolis Tanawani bersama jajaran.
Pj Sekda: Penyakit ATMK Bisa Disembuhkan
Dalam arahannya, Pj Sekda Cyfrianus Yustus Mambay mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem sekaligus memperkuat perhatian terhadap penyakit menular yang masuk dalam kategori ATMK.
Menurutnya, penanganan AIDS, Tuberkulosis, Malaria dan Kusta tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, gereja, tokoh masyarakat dan seluruh warga.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa malu untuk memeriksakan kondisi kesehatan maupun menjalani pengobatan.
“Penyakit-penyakit ini bisa disembuhkan, jangan malu karena penyakit itu menular dengan cepat. Pemerintah hadir, gereja hadir, tanggung jawab kita adalah bagaimana membawa jemaat dan masyarakat keluar dari persoalan ini,” ujar Cyfrianus.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong agar masyarakat lebih terbuka terhadap informasi kesehatan dan tidak mengabaikan gejala penyakit yang dialami.
Kasus HIV-AIDS Yapen Capai 3.211 Kasus
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Karolis Tanawani memaparkan data perkembangan kasus HIV-AIDS di wilayah tersebut.
Data yang disampaikan dihimpun dari 17 puskesmas yang berada di 17 distrik, lima kelurahan, 160 kampung, serta RSUD Serui.
Berdasarkan data yang dipaparkan dan disebut sebagai pembaruan per 31 Juni 2026, jumlah kasus positif HIV-AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen mencapai 3.211 kasus.
Angka tersebut, menurut Karolis, menempatkan Kabupaten Kepulauan Yapen pada posisi keempat tertinggi di antara sembilan kabupaten/kota di Papua.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 491 orang dilaporkan telah meninggal dunia, sementara 2.720 orang masih hidup.
Untuk penanganan medis, sebanyak 1.517 pasien telah mendapatkan pengobatan Antiretroviral (ARV), sedangkan 1.203 pasien belum mendapatkan pengobatan.
Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus memperluas edukasi, pemeriksaan, pendampingan, serta akses pengobatan bagi masyarakat.
Libatkan Gereja hingga Tingkat Kampung
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap Tim Percepatan Penanganan ATMK yang dibentuk pemerintah daerah dan diketuai langsung oleh Sekda dapat memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sinergi tersebut diharapkan berjalan mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh agama hingga masyarakat.
Keterlibatan gereja dinilai penting karena memiliki kedekatan langsung dengan warga dan jemaat, sehingga pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih luas dan mudah diterima masyarakat.
Warga juga diimbau untuk tidak takut ataupun malu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, melakukan pemeriksaan secara dini, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ATMK membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, gereja dan masyarakat, upaya menekan penyebaran penyakit di Kabupaten Kepulauan Yapen diharapkan dapat dilakukan secara lebih maksimal. (**)














