BERITASEJARAHSosial Masyarakat

Banyak Sejarah Yapen Terancam Hilang, Budayawan Minta Pemda Bangun Geopark

384
×

Banyak Sejarah Yapen Terancam Hilang, Budayawan Minta Pemda Bangun Geopark

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Geopark Serui - AI

Serui Pos – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen mendesak pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk segera merancang pembangunan geopark sebagai pusat edukasi sejarah, budaya, dan potensi wisata daerah. Upaya ini dinilai penting untuk memperkenalkan kekayaan Yapen kepada wisatawan sekaligus menjaga warisan sejarah agar tidak hilang.

Selama ini, Kepulauan Yapen dikenal memiliki sejarah panjang, mulai dari jejak penginjilan, perkembangan pendidikan, hingga peran tokoh-tokoh penting Papua. Namun ironisnya, banyak situs sejarah dan cerita lokal yang belum terdokumentasi secara baik bahkan mulai terlupakan.

- Iklan Berbayar -

Budayawan Serui, Z. Wapai, menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret dengan membangun kawasan geopark atau pusat informasi sejarah yang dapat menjadi tujuan wisata edukasi.

“Kita punya sejarah tentang Izaak Samuel Kijne, penginjil dan guru dari Maluku, Mansinam, Wasior hingga ke Yapen. Kita juga punya sejarah MVVS, ODO sebagai kota pendidikan, serta tokoh seperti Silas Papare dan Stevanus Rumbewas. Tapi generasi sekarang tahu dari mana? Turis mau datang melihat apa kalau tempatnya tidak ada?” ujar Wapai.

Menurutnya, tanpa upaya serius dari pemerintah, sejarah penting tersebut hanya akan menjadi cerita lisan yang perlahan hilang bersama waktu.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membangun kawasan khusus yang memuat informasi sejarah, budaya, dan potensi alam Yapen sehingga dapat menjadi pusat kunjungan wisata di Kota Serui. Selain menjaga identitas daerah, kawasan tersebut juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.

Geopark sebagai Wisata Edukasi dan Pelestarian Sejarah

Secara konsep, Geopark merupakan kawasan yang mengintegrasikan pelestarian warisan geologi, budaya, dan lingkungan dengan pengembangan pariwisata serta edukasi masyarakat.

Di berbagai daerah di Indonesia, geopark tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga menyajikan cerita sejarah, budaya lokal, serta peninggalan geologi yang memiliki nilai ilmiah dan edukatif. Kawasan ini biasanya dilengkapi dengan pusat informasi, papan penjelasan sejarah, jalur wisata, serta ruang edukasi bagi pengunjung.

Melalui konsep tersebut, masyarakat berharap Kepulauan Yapen dapat memiliki kawasan yang menampilkan cerita perjalanan sejarah daerah, termasuk jejak pendidikan, penginjilan, hingga tokoh-tokoh penting yang pernah berperan dalam perkembangan Papua.

Ilustrasi Geopark Serui – AI

Situs Sejarah Perlu Dijelaskan kepada Publik

Desakan serupa juga disampaikan Jono Arampayai dalam sebuah video komunitas Suku 3W yang mengangkat kisah Batu Guling di kawasan Taman 7 Suku.

Ia menilai situs tersebut memiliki nilai sejarah penting, namun hingga kini belum dilengkapi informasi yang memadai bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Saya berharap tugu Batu Guling ini ada keterangannya, karena ini sejarah yang bisa dikenal oleh siapa saja,” kata Jono.

Masyarakat menilai banyak cerita tentang sejarah perkembangan Kabupaten Yapen Waropen hingga berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Yapen yang kini mulai hilang perlahan. Berbagai arsip sejarah, peninggalan lama, hingga catatan perjalanan daerah dinilai belum tertata secara baik.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga serius menjaga identitas sejarah dan budaya daerah.

Pembangunan geopark atau pusat sejarah dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk menggabungkan pelestarian sejarah, pendidikan generasi muda, sekaligus pengembangan sektor pariwisata di Kepulauan Yapen. (**)