BERITAPendidikan

Bupati Yapen Hadirkan 57 Tahun Pesan Pendidikan Yapen di Video Konten Kreatif

435
×

Bupati Yapen Hadirkan 57 Tahun Pesan Pendidikan Yapen di Video Konten Kreatif

Sebarkan artikel ini

Serui Pos – Bupati Benyamin Arisoy menghadirkan pesan kuat tentang pendidikan, sejarah, dan budaya melalui lomba video konten kreator dalam rangka HUT ke-57 Kabupaten Kepulauan Yapen. Kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengangkat identitas daerah sekaligus mengenang perjalanan pendidikan di wilayah yang pernah dikenal sebagai pusat pendidikan di Tanah Papua.

Lomba yang digagas langsung oleh Bupati melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kepulauan Yapen itu mendapat respons positif dari kalangan pemuda kreatif. Dari total 26 pendaftar, sebanyak 14 peserta berhasil mengumpulkan karya video untuk dinilai oleh dewan juri.

- Iklan Berbayar -

Menariknya, karena tingginya semangat peserta, Bupati Benyamin Arisoy memutuskan agar seluruh 14 peserta tetap mendapatkan penghargaan secara berjenjang. Penilaian dilakukan oleh tiga orang juri yang kemudian menghasilkan tiga kategori non nominasi, tujuh nominasi, satu favorit, dan tiga pemenang utama.

Juara pertama berhasil diraih oleh AMP.ID melalui video berjudul “Serui Negri’ku.” Karya ini dinilai paling kuat dalam mengangkat nilai sejarah, budaya, dan pesan pendidikan di Kepulauan Yapen.

Video tersebut mengangkat kisah budaya Suku Busami, salah satu dari delapan suku yang ada di Kepulauan Yapen. Diceritakan pula bagaimana struktur kepemimpinan adat dipegang oleh Kepala Suku dari marga Aisoki Rombe, yang diwariskan secara turun-temurun dari ayah kepada anak dalam garis keturunan keluarga tersebut.

Selain budaya, video ini juga menampilkan sejarah pendidikan di Serui pada masa lalu, termasuk keberadaan Meisjes Vervolg School (MVS) atau Sekolah Gadis serta Opleiding Dorpsschool Onderwijs (ODO) yang pernah menjadi pusat pendidikan penting di wilayah tersebut.

Salah satu alumni MVVS, Maria Nussy, dalam wawancara pada video tersebut mengenang sistem pendidikan berasrama yang diterapkan pada masa itu.

“Dulu di meisjes vervolg school kami perempuan dimasukkan dalam asrama tanpa membawa apa-apa. Semua sudah disiapkan oleh asrama. Orang tua hanya mengantar sagu ke gudang, selebihnya kami diajarkan bagaimana menjadi perempuan yang memiliki pendidikan dan keterampilan,” ungkapnya.

Kenangan serupa juga disampaikan alumni ODO, Musa Mauri/Maitindom, yang mengenang masa pendidikan dengan penuh haru.

“Dulu sekolah ini disebut omhoog en vooruit, yang artinya naik dan maju,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, mengenang bagaimana pendidikan pada masa itu tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter melalui nilai agama dan keterampilan.

Video tersebut juga menampilkan nostalgia lagu “Odo Serui Manise” yang menggambarkan keindahan kawasan pendidikan di Serui. Dalam lagu itu diceritakan jalan di sekitar sekolah seperti ODO, MVVS, RAZ, hingga YVVS yang dahulu dipenuhi bunga-bunga indah dan suasana lingkungan yang bersih serta asri.

Lagu tersebut dinyanyikan kembali oleh Mechu Imbiri dari Rio Grime sebagai arsip irama yang menggambarkan romantika masa lalu tentang keindahan, cinta, dan kehidupan bersih di Serui.

Melalui lomba video ini, Bupati Benyamin Arisoy ingin mengingatkan generasi muda tentang pentingnya pendidikan yang pernah menjadi kebanggaan daerah. Pada masa awal pembentukan Kabupaten Yapen Waropen sekitar tahun 1968 hingga 1969, guru bahkan dicari secara khusus untuk melayani pendidikan, agama, dan keterampilan bagi masyarakat.

Pesan moral dari kisah tersebut menjadi refleksi bagi kondisi pendidikan saat ini di Kepulauan Yapen. Hingga periode 2017–2026, masih ditemukan sejumlah anak sekolah dasar yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung meskipun telah naik hingga jenjang SMP di beberapa wilayah kampung maupun sudut kota.

Melalui pendekatan kreatif seperti lomba video konten kreator ini, pemerintah daerah berharap semangat pendidikan yang pernah berjaya di Serui dapat kembali dibangkitkan oleh generasi muda, sekaligus memperkuat identitas budaya dan potensi wisata Kepulauan Yapen di masa depan. (**)