BERITASosial Masyarakat

Badan Persekutuan Gereja Sarawandori Gelar Ibadah Jumat Agung, Refleksi Pengorbanan Yesus

224
×

Badan Persekutuan Gereja Sarawandori Gelar Ibadah Jumat Agung, Refleksi Pengorbanan Yesus

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM | Badan Persekutuan Gereja Kampung Sarawandori Satu dan Kampung Sarawandori Dua menggelar ibadah memperingati wafatnya Yesus Kristus pada Jumat (3/4/2026) pukul 17.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gereja GBI Eben Haezer Sarawandori dan dihadiri sekitar 180 jemaat.

Ibadah berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Evangelis Ruth Yapanani, yang membawa jemaat masuk dalam suasana perenungan akan pengorbanan Yesus Kristus.

- Iklan Berbayar -

Suasana ibadah semakin mendalam saat Pelayan Firman, Pendeta Amelia Rohua, menyampaikan khotbah yang diambil dari Ibrani 9:22. Dalam firman tersebut ditegaskan bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa.

Melalui khotbahnya, jemaat diajak untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya di kayu salib demi menebus dosa umat manusia. Ditekankan bahwa darah Yesus yang tercurah merupakan harga yang mahal bagi keselamatan manusia, menjadikan-Nya sebagai pahlawan sejati bagi dunia, melampaui pahlawan dari bangsa manapun.

Selain itu, umat juga diingatkan untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi maupun penyembahan berhala yang dapat menjauhkan dari iman, melainkan tetap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan Yesus.

Ketua Badan Persekutuan Gereja Kampung Sarawandori Satu dan Dua, Pdt. Thimotius Kanyuga, S.Th, dalam pesannya mengajak seluruh umat dari enam jemaat, yakni GKI Effata, GPdI Maranatha, GBI Eben Haezer, GPDP Horeb, GBI Elim, dan GPdI El-Gibbor, untuk terus bergandeng tangan dalam membangun tubuh Kristus di wilayah tersebut.

“Kita bersyukur atas keselamatan yang Tuhan berikan melalui kematian Yesus Kristus. Mari kita tetap bersatu dan setia melayani Tuhan,” ujarnya.

Ibadah Jumat Agung ini menjadi momentum penting bagi umat Tuhan di Kampung Sarawandori Satu dan Sarawandori Dua untuk mempererat persatuan iman sekaligus memperkuat komitmen dalam pelayanan kepada Tuhan. (**)