BERITASosial Masyarakat

Samurai Biru di Serui Ajak Pendukung Piala Dunia 2026 Contohi Jepang, Terapkan Budaya Bersih Usai Konvoi dan Nobar

231
×

Samurai Biru di Serui Ajak Pendukung Piala Dunia 2026 Contohi Jepang, Terapkan Budaya Bersih Usai Konvoi dan Nobar

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Aksi suporter Jepang yang memungut sampah usai pertandingan melawan Belanda pada ajang Piala Dunia 2026 mendapat perhatian positif dari para pencinta sepak bola di dunia, khusus di Kabupaten Kepulauan Yapen. Senin, 15/6/2026.

Para pendukung Jepang di Serui mengajak seluruh komunitas pendukung Piala Dunia 2026 untuk mencontoh budaya positif yang ditunjukkan para suporter Samurai Biru tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan setiap selesai kegiatan konvoi maupun nonton bersama (nobar).

Salah satu pendukung Jepang di Serui, Yance Semboari atau yang akrab disapa Cens, mengatakan bahwa semangat mendukung tim favorit tidak hanya diwujudkan melalui atribut, yel-yel, maupun konvoi kendaraan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami mengajak seluruh fans Piala Dunia di Serui untuk mencontoh apa yang dilakukan suporter Jepang. Kalau selesai konvoi, mari pungut sampah yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Kalau selesai nobar, mari bersama-sama membersihkan sampah sebelum pulang,” ujar Cens.

Menurutnya, momentum Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana untuk melatih kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Senada dengan itu, Zakarias Ayorbaba, pensiunan guru yang juga merupakan pendukung Jepang di Serui, menilai kebiasaan menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menurut Zakarias, persoalan sampah masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Serui, termasuk kawasan Yapen Selatan dan Anotaurei yang membutuhkan perhatian bersama.

Fans Jepang : Z. Ayorbaba (foto : Paul Dawir)

“Piala Dunia bukan hanya tentang mendukung negara favorit. Ini juga bisa menjadi momentum pendidikan karakter bagi masyarakat. Jika selesai konvoi atau nobar lalu semua orang ikut memungut sampah, maka kita sedang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Zakarias.

Ia berharap seluruh komunitas pendukung negara peserta Piala Dunia di Serui dapat menjadi pelopor gerakan kebersihan selama berlangsungnya turnamen.

“Kalau kita bisa kompak mendukung tim kesayangan, tentu kita juga bisa kompak menjaga kebersihan kota. Mari jadikan budaya bersih sebagai bagian dari perayaan Piala Dunia di Serui,” tambahnya.

Para pendukung Jepang di Serui menilai aksi suporter Jepang yang membersihkan sampah usai laga kontra Belanda merupakan contoh nyata bahwa sepak bola tidak hanya mengajarkan sportivitas, tetapi juga nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab sosial.

Melalui momentum Piala Dunia 2026, mereka berharap kesadaran peduli sampah dapat terus ditumbuhkan sehingga setiap kegiatan konvoi maupun nobar tidak meninggalkan sampah di lokasi yang digunakan.

Dengan demikian, semarak Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan dan persaudaraan antarpendukung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kebersihan dan keindahan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Yapen. (**)