SARAWANDORI SATU, SERUIPOS.COM — Suasana haru menyelimuti ibadah perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 32 bersama masyarakat Kampung Sarawandori Satu, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Selasa (25/8/2026) malam.
Ibadah perpisahan berlangsung mulai pukul 18.00 WIT hingga selesai, bertempat di Kantor Kampung Sarawandori Satu. Kegiatan tersebut menjadi momen penuh syukur sekaligus perpisahan setelah para mahasiswa menjalani pengabdian selama kurang lebih 36 hari bersama pemerintah kampung dan masyarakat.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Habel Karubaba, Gembala Jemaat GPDP Horeb Sarawandori. Dalam renungannya, Pdt. Habel menyampaikan pesan berdasarkan Yeremia 29:11 tentang rancangan Tuhan yang penuh damai sejahtera dan memberikan masa depan penuh harapan.
Ia berpesan kepada para mahasiswa agar terus berjalan dalam jalan yang telah Tuhan rancangkan, tidak mengambil langkah yang salah, serta senantiasa menjaga kepercayaan orang tua dan dosen.
“Jangan takut, handalkan Tuhan. Berkat menunggu anak-anak mahasiswa setelah selesai kuliah. Lapangan pekerjaan terbuka, karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bagi anak-anak semua,” pesan Pdt. Habel dalam khotbahnya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk mengucap syukur karena selama kurang lebih 36 hari mahasiswa KKN berada di Kampung Sarawandori Satu, Tuhan senantiasa menjaga kesehatan dan keamanan seluruh mahasiswa.
Mahasiswa Sampaikan Terima Kasih
Ucapan terima kasih dari mahasiswa KKN disampaikan oleh Ketua KKN Kelompok 32, Levi Rafael Liando. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kampung, aparat kampung, Karang Taruna, serta seluruh masyarakat Sarawandori Satu yang telah menerima mahasiswa dengan baik sejak hari pertama hingga pelaksanaan ibadah perpisahan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kampung, aparat kampung, Karang Taruna dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan senang hati. Dari hari pertama kami disambut dengan baik dan dalam setiap kegiatan hingga malam ini, kami mendapat dukungan dari semua masyarakat,” ungkap Levi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mama-mama PKK yang telah membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam kegiatan perpisahan tersebut.
Kepala Kampung Apresiasi Kerja Nyata Mahasiswa
Sementara itu, Kepala Kampung Sarawandori Satu, Musa Yapanani, S.Sos, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Uncen Kelompok 32 yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah kampung, Karang Taruna dan masyarakat.
Menurutnya, meskipun terdapat beberapa rencana kerja yang tidak dapat dilaksanakan karena situasi kedukaan yang terjadi di Kampung Sarawandori Satu, sebagian program kerja mahasiswa tetap dapat dilaksanakan dengan baik.
Musa berpesan agar para mahasiswa terus giat belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu.
“Adik-adik mahasiswa, giat belajar dan semangat untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Setelah itu, carilah pekerjaan di mana saja,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kampung juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Sarawandori Satu terdapat perkataan maupun tindakan dari pemerintah kampung dan masyarakat yang kurang berkenan.
“Atas nama pemerintah kampung dan masyarakat Sarawandori Satu, kami mohon maaf apabila ada kata-kata atau tindakan yang salah dan kurang berkenan di hati adik-adik mahasiswa. Kiranya dapat dimaafkan,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan selamat berpisah dan selamat jalan kepada mahasiswa KKN Kelompok 32, seraya mendoakan agar seluruh mahasiswa dapat tiba dengan selamat di Kota Jayapura.
Tangis Haru Warnai Perpisahan
Suasana semakin emosional ketika MC Evelin Sembra, yang juga merupakan mahasiswa KKN Uncen, menyampaikan kata-kata penutup acara. Dengan suara penuh haru dan tangisan, momen tersebut membuat mahasiswa dan masyarakat yang hadir ikut larut dalam suasana perpisahan.
Tangis haru pecah ketika mahasiswa dan warga saling bersalaman, berpelukan, serta memberikan rangkulan kasih sebagai tanda perpisahan setelah lebih dari satu bulan hidup dan beraktivitas bersama.
Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan yang telah terbangun antara mahasiswa KKN Uncen Kelompok 32 dengan masyarakat Kampung Sarawandori Satu selama menjalankan pengabdian.
Ditutup dengan Makan Bersama
Setelah ibadah perpisahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama mahasiswa KKN dan masyarakat Kampung Sarawandori Satu.
Kebersamaan dalam makan malam tersebut menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 32 di kampung tersebut.
Masa pengabdian selama kurang lebih 36 hari telah berakhir. Namun, kenangan, persaudaraan dan hubungan baik yang terbangun antara mahasiswa KKN Uncen Kelompok 32 dengan masyarakat Sarawandori Satu diharapkan tetap terjaga. (**)
Pewarta : Jekson Yapanani














