KABUAENA, SERUIPOS.COM – Acara perpisahan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 35 bersama Pemerintah dan masyarakat Kampung Kabuaena, Distrik Yawakukat, berlangsung dalam suasana penuh haru, sukacita, dan kekeluargaan, Senin (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penutup rangkaian pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama kurang lebih 35 hari sejak 20 Juli 2026.
Selama berada di Kampung Kabuaena, Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 melaksanakan berbagai program kerja dengan melibatkan Pemerintah Kampung, tokoh masyarakat, orang tua angkat, serta seluruh masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya diisi dengan pelaksanaan program kerja, tetapi juga membangun hubungan sosial dan ikatan kekeluargaan bersama warga.

Ketua Kelompok Sampaikan Terima Kasih
Ketua KKN Uncen Kelompok 35, Mozes Agustinus Kaisiepo, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kampung Kabuaena dan seluruh masyarakat yang telah menerima, mendampingi, serta memberikan dukungan kepada mahasiswa sejak awal kedatangan hingga berakhirnya masa KKN.
Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada para orang tua angkat yang telah menerima mahasiswa dengan penuh kasih dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Kampung dan Sekretaris Kampung yang senantiasa mendampingi mahasiswa dalam menjalankan setiap program kerja.
Menurut Mozes, setiap kegiatan dan program kerja yang dilaksanakan selalu dikonsultasikan dengan Pemerintah Kampung agar pengabdian mahasiswa dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Selama berada di Kabuaena, kata dia, mahasiswa merasakan suasana yang nyaman, penuh sukacita, kebersamaan, dan kekeluargaan. Keramahan masyarakat bahkan turut dirasakan oleh mahasiswa dari kelompok KKN lainnya yang datang untuk berbelanja, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan masyarakat Kampung Kabuaena.
Dalam kesempatan itu, Mozes juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama melaksanakan KKN terdapat kesalahan dalam sikap, perilaku, maupun tutur kata.
Ia berharap hubungan kekeluargaan yang telah terjalin tidak berakhir setelah mahasiswa meninggalkan kampung. Pengalaman, kenangan, perhatian, dan kebaikan masyarakat Kabuaena, menurutnya, akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35.

DPL: Banyak Pengalaman Berharga
Sementara itu, Berd Elkiopas Pelupessy, S.H.Int., M.H., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Uncen Kelompok 35, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kampung serta seluruh masyarakat Kabuaena yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama kurang lebih lima minggu.
Menurutnya, sejak awal Kampung Kabuaena menjadi salah satu tempat yang memberikan kesan positif karena masyarakatnya dikenal baik dan ramah. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama mengenai kehidupan bermasyarakat, kekeluargaan, kerja sama, dan kekompakan.
Atas nama pribadi, mahasiswa, dan Universitas Cenderawasih, DPL juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kesalahan dalam perkataan maupun perbuatan.
Ia menyampaikan rasa bangga karena seluruh mahasiswa mampu menghadapi berbagai tantangan dan menyelesaikan rangkaian kegiatan pengabdian dengan baik.
DPL berharap seluruh pengalaman yang diperoleh selama berada di Kampung Kabuaena dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan serta menjalankan kehidupan dan pengabdian di tengah masyarakat setelah kembali ke Jayapura.
Kepala Distrik Apresiasi Pengabdian Mahasiswa
Kepala Distrik Yawakukat, Andris D. Numberi, S.E., turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 yang telah melaksanakan pengabdian selama kurang lebih 35 hari di Kampung Kabuaena dan wilayah Distrik Yawakukat.
Ia menilai selama berada di kampung, mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan Pemerintah Kampung, tokoh masyarakat, orang tua angkat, dan seluruh warga. Kelompok 35 juga dinilai mampu menjaga ketertiban, kebersamaan, serta menjalankan seluruh kegiatan tanpa menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Kepala Distrik turut memberikan penghargaan kepada masyarakat Kampung Kabuaena yang telah menerima mahasiswa dengan penuh kekeluargaan dan menyediakan orang tua asuh sebagai bagian penting dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan KKN.
Ia berpesan agar hubungan tersebut tidak berakhir hanya karena masa KKN telah selesai. Mahasiswa diharapkan tetap mengingat Kampung Kabuaena sebagai bagian dari keluarga dan tidak melupakan orang tua angkat serta masyarakat yang telah menerima mereka.
Menurut Andris, kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan perubahan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berbagai program kerja, baik program utama maupun tambahan, dapat terlaksana melalui kerja sama antara mahasiswa, Pemerintah Kampung, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.
Berbagai hasil karya mahasiswa, termasuk pembangunan sejumlah tugu kenang-kenangan KKN di beberapa kampung, diharapkan menjadi bukti bahwa mahasiswa Uncen pernah hadir dan mengabdikan diri di wilayah Distrik Yawakukat.
Di akhir sambutannya, Kepala Distrik berpesan kepada mahasiswa agar kembali ke kampus dengan semangat melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
Ia berharap para mahasiswa kelak dapat menjadi pemimpin, pejabat, kepala distrik, kepala kampung, maupun tokoh yang memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, Tanah Papua, bangsa, dan negara.
Tugu Selamat Datang Jadi Kenangan Pengabdian
Kepala Kampung Kabuaena, Demianus Nuntian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 sejak 20 Juli 2026 hingga berakhirnya masa pengabdian telah memberikan kesan dan pengalaman berarti bagi Pemerintah Kampung maupun masyarakat.
Ia menilai berbagai program kerja mahasiswa telah memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembangunan, pelayanan masyarakat, serta berbagai aktivitas sosial di kampung.
Demianus juga mengapresiasi kerja sama dan komunikasi yang telah terbangun antara mahasiswa dengan Pemerintah Kampung, tokoh masyarakat, orang tua angkat, dan seluruh warga. Menurutnya, selama berada di Kabuaena, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Salah satu hasil karya yang mendapat apresiasi khusus adalah pembangunan Tugu Selamat Datang Kampung Kabuaena. Tugu tersebut diharapkan menjadi bagian dari kenangan sekaligus bukti kontribusi Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 bagi kampung.
Kepala Kampung berharap seluruh hasil karya dan program yang telah dilaksanakan dapat terus dijaga dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kampung dan seluruh masyarakat Kabuaena, Demianus menyampaikan selamat jalan dan sukses kepada mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35. Ia juga mendoakan agar seluruh mahasiswa senantiasa diberikan kesehatan, keberhasilan, dan masa depan yang baik.
Penyerahan Mahasiswa dan Cenderamata
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 dari Pemerintah Kampung Kabuaena kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Kampung Kabuaena sekaligus bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.
Selanjutnya, Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35 menyerahkan cenderamata kepada masyarakat Kampung Kabuaena. Cenderamata tersebut diserahkan oleh DPL dan diterima secara langsung oleh Kepala Kampung Kabuaena, Demianus Nuntian.
Penyerahan cenderamata menjadi simbol kenang-kenangan sekaligus ungkapan terima kasih mahasiswa atas sambutan, perhatian, dukungan, dan kasih sayang yang telah diberikan masyarakat selama mereka melaksanakan pengabdian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 35, Dosen Pembimbing Lapangan, Pemerintah Kampung, orang tua angkat, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Kampung Kabuaena.
Perpisahan berlangsung dalam suasana haru dan penuh kekeluargaan. Meski masa pengabdian selama 35 hari telah berakhir, seluruh pihak berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan.
Kehadiran KKN Uncen Kelompok 35 di Kampung Kabuaena tidak hanya meninggalkan program dan hasil karya, tetapi juga meninggalkan kenangan, pengalaman, persahabatan, serta ikatan kekeluargaan antara mahasiswa dan masyarakat. Perpisahan menjadi akhir dari masa KKN, tetapi bukan akhir dari hubungan kekeluargaan. (**)
Pewarta : Simon Tawarare














