MARIADEI, SERUIPOS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Anotaurei, Marthen F. Payai, S.E., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Kampung (Muskam) Kampung Mariadei yang dilaksanakan di lokasi pariwisata Kampung Mariadei, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparat Kampung Mariadei, Ketua dan anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Kampung Mariadei.
Muskam dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan kampung dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) Tahun Anggaran 2027.
Dalam sambutannya, Marthen F. Payai menyampaikan bahwa Muskam merupakan forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus menentukan program pembangunan yang menjadi prioritas kampung.
Ia mengingatkan agar penyusunan program pembangunan tahun 2027 tetap mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, terutama terhadap program yang belum terlaksana maupun kebutuhan masyarakat yang masih menjadi persoalan utama.
Menurutnya, seluruh usulan yang disampaikan dalam Muskam harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan disusun berdasarkan skala prioritas.

“Musyawarah kampung ini merupakan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menentukan arah pembangunan. Karena itu, setiap usulan harus dibahas dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran kampung,” ujar Marthen.
Bahas 18 Usulan Program Pembangunan Tahun 2027
Dalam Muskam tersebut, masyarakat Kampung Mariadei membahas dan menyepakati 18 usulan program pembangunan yang direncanakan untuk menjadi perhatian dalam penyusunan RKPK Tahun Anggaran 2027.
Berbagai usulan tersebut mencakup kebutuhan pembangunan kampung, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta program-program yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Proses pembahasan berlangsung secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, kebutuhan, serta usulan yang dinilai penting bagi pembangunan Kampung Mariadei pada tahun mendatang.
Plt. Kepala Distrik Anotaurei berharap hasil Muskam tersebut dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan perencanaan pembangunan kampung.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah kampung agar program pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

MRP Siap Kawal Aspirasi Masyarakat
Menariknya, pelaksanaan Muskam Kampung Mariadei turut mendapat perhatian dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua melalui anggota MRP, Mina Numberi, S.H., yang sebelumnya melaksanakan kegiatan Penjaringan Aspirasi MRP Tahap II Tahun 2026 di Kampung Mariadei.
Kehadiran MRP di tengah masyarakat menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang berkaitan dengan perlindungan serta pemenuhan hak-hak Orang Asli Papua (OAP).
Aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pembangunan kampung, diharapkan dapat dikawal dan diperjuangkan melalui lembaga MRP sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki.
Masyarakat berharap berbagai usulan yang telah dibahas dalam Muskam tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang nyata.
Sinergi antara pemerintah kampung, pemerintah distrik, pemerintah daerah, serta lembaga yang memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua dinilai penting untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat memperoleh perhatian.
Dengan adanya 18 usulan program pembangunan Tahun 2027, masyarakat Kampung Mariadei berharap perencanaan yang telah disepakati bersama dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pembangunan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga.
Muskam juga menjadi bukti bahwa masyarakat Kampung Mariadei terus dilibatkan dalam menentukan arah pembangunan kampung. Aspirasi yang lahir dari masyarakat diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat kampung.
Pewarta : Ferry Wayangkau














