BERITAPendidikan

Kenalkan Budaya Lokal, Siswa SMA YPK Penabur Serui Praktik Pesta Peminangan

832
×

Kenalkan Budaya Lokal, Siswa SMA YPK Penabur Serui Praktik Pesta Peminangan

Sebarkan artikel ini

Serui Pos – Siswa SMA YPK Penabur Serui menjalani ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dengan cara yang berbeda. Pada Jumat, 13 Maret 2026, para siswa menampilkan simulasi pesta peminangan adat sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut digelar di lingkungan sekolah dan melibatkan siswa yang memerankan berbagai tahapan dalam prosesi peminangan adat. Melalui praktik ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami langsung nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

- Iklan Berbayar -

Kepala SMA YPK Penabur Serui, Yulina Aba, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sekolah menjaga agar budaya lokal tetap dikenal oleh generasi muda di tengah arus modernisasi.

“Melalui praktik ini kami ingin agar siswa tetap mengetahui dan mengenang adat istiadat yang dimiliki daerah kita. Perkembangan zaman tidak boleh membuat budaya kita hilang,” kata Yulina.

Ia menilai pendidikan budaya di sekolah penting untuk membentuk karakter siswa sekaligus memperkuat identitas daerah.

Guru Seni Budaya, Ariance Maniburi, menjelaskan metode pembelajaran sengaja dibuat berbeda agar siswa dapat memahami budaya secara lebih nyata. Menurutnya, praktik langsung membuat siswa lebih mudah menangkap makna dari tradisi yang dipelajari.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang pesta adat yang ada di daerah ini, baik di Serui maupun di wilayah lain,” ujarnya.

Dalam praktik tersebut, siswa memeragakan tahapan-tahapan dalam pesta peminangan adat, mulai dari proses pertemuan keluarga hingga simbol-simbol adat yang biasanya digunakan dalam tradisi tersebut.

Pihak sekolah menyebut kegiatan pembelajaran berbasis praktik adat seperti ini telah dua kali dilaksanakan di SMA YPK Penabur Serui sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan budaya di lingkungan sekolah.

Sekolah berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk tetap menjaga dan melestarikan adat istiadat daerah, sekaligus memahami nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Papua. (**)