SERUIPOS.COM — Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Benyamin Gurik, melontarkan peringatan tegas kepada seluruh elemen pemuda di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menghentikan dinamika politik, dualisme yang dinilai berpotensi memecah belah.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa fase perbedaan dan kontestasi telah berakhir. Saat ini, kata dia, tidak ada lagi ruang bagi konflik kepentingan di tubuh pemuda.
“Dinamika politik sudah selesai. Sekarang saatnya bersatu dan fokus membangun daerah,” tegasnya saat melantik Deno Amamehi sebagai ketua DPD II KNPI Kepulauan Yapen terpilih, di Gedung Silas Papare, Serui. Jumat 27/3/2026.
Benyamin menilai, pelantikan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia Kepulauan Yapen yang berlangsung aman ini, harus menjadi titik balik bagi konsolidasi pemuda.
Ia mengingatkan, potensi besar yang dimiliki generasi muda Yapen akan sia-sia jika terus terjebak dalam perpecahan.
“Pemuda yang memiliki potensi harus bersatu untuk membangun daerah, serta mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah dalam membawa perubahan nyata di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kepemimpinan inklusif di tubuh KNPI. Ketua terpilih diminta tidak membangun sekat, melainkan merangkul seluruh elemen pemuda tanpa pengecualian.
“KNPI harus menjadi rumah bersama, bukan alat kelompok tertentu,” tandasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa KNPI Papua tidak mentolerir fragmentasi di kalangan pemuda, dan mendorong soliditas sebagai kunci utama percepatan pembangunan di Kepulauan Yapen.
Pemuda KNPI Yapen jangan terjebak dalam isu dualisme. Pemuda harus melihat, menilai dan mengikuti KNPI Papua yang eksis, bukan KNPI yang tidak eksis.
Benyamin juga meminta seluruh elemen pemuda dan pemerintah daerah untuk bersikap objektif dan realistis dalam menilai keberadaan KNPI di Kepulauan Yapen.
Ia secara terbuka menyoroti perbedaan kinerja di internal KNPI, dengan menilai kepengurusan di bawah Ebzon Sembai telah menunjukkan kerja nyata di lapangan.
“KNPI di bawah kepemimpinan Ebzon Sembai sudah melakukan konsolidasi sampai ke distrik-distrik. Sementara KNPI versi lain tidak melakukan hal tersebut,” ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap kelompok yang dinilai hanya membangun klaim tanpa kerja konkret. (**)
















