BERITASosial Masyarakat

Perburuan Liar Ancam Kelestarian Kuskus di Kabupaten Kepulauan Yapen

506
×

Perburuan Liar Ancam Kelestarian Kuskus di Kabupaten Kepulauan Yapen

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Populasi kuskus di Kabupaten Kepulauan Yapen kini menghadapi ancaman serius akibat maraknya perburuan liar. Jika tidak segera dikendalikan, satwa endemik Papua tersebut dikhawatirkan akan semakin sulit ditemukan di habitat alaminya.

Salah satu jenis yang menjadi perhatian adalah kuskus bintik, mamalia berkantung (marsupial) nokturnal yang hidup di hutan-hutan Papua dan Australia Utara.

Satwa ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas kanopi pohon dengan bergerak perlahan untuk mencari dedaunan muda, pucuk, serta buah-buahan sebagai sumber makanan.

Kuskus dikenal sebagai hewan yang pemalu dan jarang turun ke permukaan tanah.

Hewan ini memiliki cakar melengkung yang tajam untuk mencengkeram batang dan ranting pohon, mata berukuran besar yang membantu penglihatannya saat aktif pada malam hari, serta ekor prehensil yang kuat dengan ujung tanpa bulu yang berfungsi seperti “tangan kelima” untuk melilit dahan dan menjaga keseimbangan.

Kemampuan tersebut membuat kuskus mampu menghindari berbagai ancaman alami, seperti ular piton dan elang. Namun, ancaman terbesar saat ini justru datang dari aktivitas manusia melalui perburuan liar dan berkurangnya habitat hutan.

Sejumlah penelitian di Papua menunjukkan bahwa kuskus telah lama menjadi target perburuan untuk dikonsumsi maupun diperdagangkan.

Praktik perburuan bahkan terkadang dilakukan dengan menebang pohon tempat kuskus berlindung, sehingga tidak hanya mengurangi populasi satwa tetapi juga merusak habitatnya.

Beberapa laporan para peneliti yang dihimpun seruipos.com menilai upaya konservasi harus melibatkan pemerintah, masyarakat adat, serta penegakan hukum terhadap perburuan satwa yang dilindungi.

Di media sosial Reddit, kepedulian terhadap kuskus juga terlihat. Dalam sebuah unggahan tentang kuskus beruang di Indonesia, beberapa pengguna mengungkapkan harapan agar satwa tersebut tidak diburu.

Warga dan pegiat lingkungan di Kabupaten Kepulauan Yapen berharap pemerintah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dapat meningkatkan pengawasan terhadap perburuan satwa liar serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kuskus sebagai bagian dari kekayaan hayati Papua.

Pelestarian kuskus tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang masih dapat menjumpai satwa khas Papua ini hidup bebas di habitat alaminya. (**)