SERUIPOS.COM – Tokoh adat di Kabupaten Mamberamo Raya mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat sinergitas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) melalui forum Para-Para Adat yang digelar di Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Kepala Suku Saquasit, Sem Tasti, tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial dan diikuti sekitar 50 peserta.
Forum ini menjadi ruang dialog antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam memperkuat kolaborasi demi mendukung pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mamberamo Raya Terry Levin Basararisi, Kepala Suku Marga Abiasit Gideon Abiasit, Kepala Suku Marga Enghuarasit Pablo Enghuarasit, Kepala Dinas Perhubungan Edouard Tasti, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti, serta masyarakat adat Suku TAME Burmeso.
Dalam sambutannya, Edouard Tasti menegaskan bahwa kemajuan Mamberamo Raya hanya dapat terwujud apabila masyarakat adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan terus membangun sinergitas yang kuat.
Menurutnya, masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Masyarakat adat diharapkan terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah maupun aparat keamanan dalam menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah dan kearifan lokal. Dengan kebersamaan dan gotong royong, pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya dapat berjalan lancar sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LMA Kabupaten Mamberamo Raya, Terry Levin Basararisi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan infrastruktur agar daerah tersebut semakin maju.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan menghormati kehadiran aparat keamanan sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Saya tidak ingin kejadian-kejadian kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua terjadi di Mamberamo Raya. Kepada para kepala suku, mari bersama-sama mencegah masuknya pihak-pihak yang berpotensi menjadi provokator dan mengganggu keamanan daerah,” tegasnya.
Pada sesi dialog, masyarakat adat menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah daerah, di antaranya meminta peningkatan transparansi dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh para kepala suku.
Selain itu, masyarakat menyatakan kesiapan menyediakan lahan untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk rencana pembangunan lapangan terbang yang diharapkan mampu membuka akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamberamo Raya.
Masyarakat adat juga menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh program pembangunan pemerintah serta menolak segala bentuk aksi kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah Papua. Mereka mengajak seluruh warga menjaga keamanan mulai dari lingkungan keluarga hingga kampung serta tidak mudah terpengaruh isu-isu provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Kegiatan Para-Para Adat ditutup dengan penyerahan 30 paket bantuan sosial kepada masyarakat, dilanjutkan dengan doa bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan. (**)
















