SERUI, SERUIPOS.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua telah melakukan konsolidasi organisasi dan menurunkan caretaker di 8 kabupaten dan 1 kota, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen.
Hal tersebut disampaikan Ketua Caretaker DPW FGM GKI Provinsi Papua, Terry Sroyer, usai pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Caretaker DPC FGM Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen, Kamis (20/8/2026), di Gereja Pniel Turu, Serui.
Menurut Terry, langkah konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya DPW memperkuat organisasi FGM di tingkat daerah sekaligus mempersiapkan terbentuknya kepengurusan definitif.
Ia menilai generasi muda gereja memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“FGM harus menjadi wadah yang mampu membina generasi muda yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap gereja maupun masyarakat. Kita harus bergerak bersama membangun pelayanan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda Papua saat ini,” ujar Terry.
Ia berharap para pengurus caretaker yang telah menerima mandat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mengedepankan nilai-nilai kasih, persatuan, dan pelayanan.
Menurutnya, gereja membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi teladan sekaligus motor penggerak dalam menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.
“Generasi muda adalah aset gereja. Karena itu, mereka harus dipersiapkan dengan baik agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan dan mampu melayani sesama dengan tulus,” pesannya.
Yapen dan Waropen Dipersiapkan Menuju Kepengurusan Definitif
Terry menjelaskan bahwa wilayah pelayanan yang telah mendapatkan caretaker akan melakukan konsolidasi sebagai tahapan menuju terbentuknya kepengurusan definitif.
Ia menyebutkan bahwa empat wilayah pelayanan, termasuk Yapen dan Waropen, telah memiliki caretaker yang bertugas mempersiapkan proses tersebut.
Sementara kabupaten yang belum mendapatkan caretaker, kata Terry, akan segera dilakukan penurunan caretaker dalam waktu dekat.
“Kabupaten yang belum, sesegera mungkin akan diturunkan caretaker,” tambahnya.
Dengan adanya caretaker di daerah, FGM diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarwilayah, memperluas jaringan pelayanan, serta meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam berbagai program gerejawi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Para pengurus juga menyatakan komitmen untuk membangun FGM GKI di Tanah Papua menjadi organisasi yang solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan rohani maupun sosial masyarakat Papua.
Louis Nenepat dan Yetro Boari Pimpin Caretaker Yapen-Waropen
Pelantikan caretaker DPC FGM Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen dilakukan oleh Ketua Klasis Yapen Selatan, Pdt. Maria M. Mayor, S.Si, mewakili Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua.
Dalam pelantikan tersebut, Louis D. Nenepat dipercayakan sebagai Ketua Caretaker FGM Kabupaten Kepulauan Yapen, sedangkan Yetro Boari dipercayakan memimpin Caretaker FGM Kabupaten Waropen.
Dalam sambutannya, Pdt. Maria M. Mayor berpesan agar seluruh pengurus caretaker yang telah dilantik tetap menjadikan Kristus Yesus sebagai panutan utama dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
Ia menegaskan bahwa FGM memiliki tanggung jawab untuk menjalankan arahan organisasi dari tingkat DPW hingga DPC FGM di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen.
“FGM yang dilantik harus bisa menjalankan apa yang menjadi arahan dari DPW kepada DPC FGM di Kabupaten Yapen dan Waropen,” ujar Pdt. Maria.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan FGM tidak dibawa ke dalam kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu di luar kepentingan gereja.
“FGM wajib bisa membawa pelayanan gereja dari kepentingan pribadi dan kelompok tertentu di luar gereja,” tegasnya.
Pdt. Maria berharap para pengurus caretaker dapat memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan konsolidasi organisasi secara maksimal, sehingga proses menuju terbentuknya kepengurusan FGM definitif dapat berjalan dengan baik.
Ia juga meyakini Tuhan akan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada para pengurus dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan tersebut.
“Tuhan pasti akan menolong pengurus caretaker FGM dalam waktu yang ada untuk dapat konsolidasi agar FGM definitif nantinya. Selamat bekerja. Kami akan menopang dalam doa,” ungkapnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi FGM GKI di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun pelayanan generasi muda, serta mempersiapkan kepengurusan definitif yang diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda gereja di Tanah Papua. (**)
















