Iklan Berbayar
BERITAPemerintahanYapen Selatan

Muskam Kampung Bawai Bahas Pembangunan 2027, Kebersihan Lingkungan Jadi Prioritas

14
×

Muskam Kampung Bawai Bahas Pembangunan 2027, Kebersihan Lingkungan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Muskam Kampung Bawai Bahas Prioritas Pembangunan 2027, Kepala Distrik Soroti Kebersihan Lingkungan
Muskam Kampung Bawai Bahas Prioritas Pembangunan 2027, Kepala Distrik Soroti Kebersihan Lingkungan

SERUI, SERUIPOS.COM – Pemerintah Kampung Bawai bersama Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, serta pendamping kampung melaksanakan Musyawarah Kampung (Muskam) dalam rangka membahas dan menyusun usulan program serta prioritas pembangunan Kampung Bawai untuk Tahun Anggaran 2027.

Musyawarah tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Distrik Yapen Selatan, Meilans Tompoh, SE, yang meminta pemerintah kampung bersama masyarakat menetapkan program berdasarkan kebutuhan nyata dan skala prioritas masyarakat.

- Iklan Berbayar -
Hubungi Kami Jika Kalian Ingin Beriklan

Meilans mengatakan, kondisi efisiensi anggaran mengharuskan pemerintah kampung lebih selektif dalam menentukan program yang akan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan.

Menurutnya, tidak seluruh usulan dapat diakomodasi sehingga program yang dipilih harus realistis, memiliki manfaat langsung, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kalau kita berbicara pembangunan fisik dan nonfisik, usulannya tentu banyak. Namun, dengan kondisi efisiensi anggaran, belum tentu semuanya dapat diakomodasi. Karena itu, lebih baik kita fokus pada hal-hal yang sederhana tetapi manfaatnya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kebersihan Lingkungan Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi, persoalan kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan program Kampung Bawai Tahun 2027.

Meilans menilai posisi Kampung Bawai yang berada dekat dengan kawasan pasar dan berbatasan dengan Kelurahan Tarau membuat persoalan sampah perlu mendapat perhatian bersama.

“Persoalan sampah di Serui memang sangat memprihatinkan. Karena Kampung Bawai berbatasan langsung dengan sentra ekonomi dan Kelurahan Tarau, saya berharap Kampung Bawai dapat memberikan kontribusi nyata melalui program kebersihan lingkungan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelompok 50 yang sebelumnya turut membantu membersihkan saluran drainase Kampung Bawai dari sampah.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, Pemerintah Kampung Bawai memberikan piagam penghargaan kepada mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 50.

Meilans berharap kegiatan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat dirancang menjadi program kampung yang berkelanjutan.

“Kalau kampung bersih, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa program dan dana kampung memberikan manfaat. Hal-hal seperti ini yang perlu kita pikirkan bersama untuk menjadi program prioritas Tahun 2027,” tambahnya.

Sejumlah Program Diusulkan

Dalam Muskam, peserta menyampaikan sejumlah usulan program yang dikelompokkan ke dalam beberapa bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada bidang penyelenggaraan pemerintahan kampung, usulan yang dibahas antara lain operasional pemerintah kampung sebesar 3 persen, kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan, penyusunan profil kampung, pemutakhiran data dan informasi kampung Tahun 2027, pelaksanaan Muskam dan Musrenbang Kampung, penyusunan RKP Kampung dan APBK, serta perawatan jaringan server dan aplikasi Siskeudes.

Sementara pada bidang pelaksanaan pembangunan kampung, terdapat usulan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, masyarakat mengusulkan insentif dan transportasi guru PAUD serta pengadaan seragam atau batik guru PAUD.

Sedangkan di bidang kesehatan, usulan meliputi insentif dan transportasi kader Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, ibu hamil dan lansia, serta pengadaan seragam atau batik kader Posyandu.

Pada bidang pembinaan dan kemasyarakatan, peserta mengusulkan penerangan lampu jalan, program tabungan keluarga, serta renovasi rumah tidak layak huni atau Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR).

Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kampung

Untuk bidang pemberdayaan masyarakat, peserta Muskam membahas pengembangan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemeliharaan dan pengembangan usaha ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan, penambahan penyertaan modal usaha bagi BUMDes, serta pengembangan unit usaha lain sesuai potensi Kampung Bawai.

Penguatan ekonomi kampung menjadi salah satu pembahasan penting dalam musyawarah. Peserta melihat BUMDes dapat dikembangkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Sejumlah gagasan unit usaha turut dibahas, di antaranya jasa gerobak pasar, produksi es batu, serta unit usaha lainnya yang dinilai sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Selain BUMDes, musyawarah juga membahas keberlanjutan usaha ayam petelur sebagai bagian dari ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, serta kebutuhan penyediaan lokasi untuk pembangunan gerai koperasi.

Sonya Pangkali
Sonya Pangkali

Perkuat Tata Kelola dan Data Kampung

Dalam pembahasan, TAMP P3MD Kabupaten Kepulauan Yapen, Sonya Pangkali, menjelaskan bahwa penyusunan program Tahun Anggaran 2027 tetap mengacu pada ketentuan dan petunjuk penggunaan Dana Desa yang berlaku, sambil menunggu ketentuan mengenai prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2027.

Pembahasan juga diarahkan pada penguatan tata kelola pemerintahan kampung melalui administrasi, pemanfaatan aplikasi pemerintahan, pendataan masyarakat, pemutakhiran data, serta penyusunan profil kampung.

Data yang akurat dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan agar program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Melalui Musyawarah Kampung tersebut, Pemerintah Kampung Bawai bersama masyarakat diharapkan dapat menyusun program Tahun Anggaran 2027 secara lebih terarah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, skala prioritas, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Muskam tidak hanya menjadi forum untuk menyusun daftar usulan pembangunan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk menentukan program yang realistis, tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap pelayanan pemerintahan, kebersihan lingkungan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta perekonomian Kampung Bawai.

Hasil Musyawarah Kampung selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) Tahun 2027 serta tahapan perencanaan dan penganggaran Kampung Bawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (**)

Pewarta : Ferry Wayangkau