MARIADEI, SERUIPOS.COM – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua kembali melaksanakan Penjaringan Aspirasi MRP Tahap II Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Orang Asli Papua (OAP) di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi” ini berlangsung di lokasi pariwisata Kampung Mariadei, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota MRP Provinsi Papua, Mina Numberi, S.H., bersama tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat Kampung Mariadei.
Kehadiran MRP di tengah masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga dalam menyerap secara langsung berbagai aspirasi masyarakat Orang Asli Papua hingga ke tingkat kampung.

Dalam penyampaiannya, Mina Numberi menekankan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak dasar OAP, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Melalui kegiatan penjaringan aspirasi ini, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, harapan hingga usulan program pembangunan yang berkaitan dengan pelayanan dasar di Kampung Mariadei.
Berbagai aspirasi yang disampaikan mencakup kebutuhan pembangunan kampung, peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan serta penguatan ekonomi masyarakat agar mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Tokoh Masyarakat Apresiasi Kehadiran MRP
Tokoh masyarakat Kampung Mariadei, Moses Abaa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Mina Numberi yang datang langsung untuk bertemu dan mendengar aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan penjaringan aspirasi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang selama ini dihadapi.
“Atas nama masyarakat Kampung Mariadei, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Mina Numberi yang telah hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat. Kehadiran beliau mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” ujar Moses.

Moses menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan penjaringan aspirasi MRP, masyarakat Kampung Mariadei juga telah melalui berbagai tahapan perencanaan pembangunan kampung, termasuk pertanggungjawaban dan evaluasi pelaksanaan program serta penggunaan Dana Kampung Tahun 2026.
Selain itu, masyarakat telah membahas dan mengusulkan sejumlah program pembangunan yang diharapkan dapat menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya.
Pertemuan bersama anggota MRP tersebut, kata Moses, menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan seluruh usulan masyarakat agar dapat diketahui dan diperjuangkan melalui lembaga MRP maupun pemerintah daerah.
“Kami berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan di tingkat Provinsi Papua, sehingga nantinya menjadi perhatian pemerintah dan dapat diwujudkan dalam bentuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kampung Mariadei,” katanya.
Aspirasi Diharapkan Berujung pada Program Nyata
Moses berharap berbagai aspirasi yang telah diterima tidak berhenti sebatas penyampaian, tetapi benar-benar menjadi bahan perjuangan dan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta program pembangunan.
Ia juga berharap komunikasi antara masyarakat dan MRP terus terjalin dengan baik. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses penyampaian aspirasi merupakan bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di tingkat kampung.
“Kami berharap setelah Ibu Mina kembali ke Jayapura untuk melaksanakan tugasnya, seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan melalui lembaga MRP dan pemerintah provinsi demi kepentingan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kampung Mariadei,” ujar Moses.
Kegiatan penjaringan aspirasi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai unsur diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, kebutuhan dan harapan mereka secara langsung kepada perwakilan MRP Provinsi Papua.
Penjaringan Aspirasi MRP Tahap II Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mendengar suara masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi Orang Asli Papua di tingkat kampung.
Masyarakat Kampung Mariadei berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui kebijakan dan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pembangunan kampung.
Dengan demikian, kehadiran MRP di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat upaya perlindungan dan pemenuhan hak Orang Asli Papua serta mendorong terwujudnya pembangunan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat. (**)
Pewarta : Ferry Wayangkau














