MARIADEI, SERUIPOS.COM — Setelah kurang lebih satu bulan sepuluh hari melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelompok 19 resmi mengakhiri masa pengabdian di Kampung Mariadei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu (26/8/2026).
Momen perpisahan mahasiswa KKN bersama masyarakat Kampung Mariadei berlangsung penuh haru dan kekeluargaan. Meski masa pengabdian telah berakhir, sejumlah program pemberdayaan yang telah dijalankan diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat.
Sekretaris Kelompok 19 KKN UNCEN, Dina Talita Paef, mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara konsentrasi Kebijakan Publik, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kebersamaan masyarakat Kampung Mariadei selama pelaksanaan KKN.
Menurut Dina, masyarakat tidak hanya menerima kehadiran mahasiswa dengan baik, tetapi juga turut terlibat dan membantu dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama berada di kampung.
Tinggalkan Sejumlah Program untuk Masyarakat
Selama berada di Kampung Mariadei, Kelompok 19 melaksanakan sejumlah program kerja, di antaranya pemasangan papan nama jalan, pembuatan tempat sampah, pembersihan lingkungan kampung mulai dari kawasan pesisir pantai hingga perbatasan kampung, pendataan monografi kampung serta pengecekan pagar di kawasan wisata.
Namun, salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pelatihan pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam mengolah kelapa tua menjadi minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO).
Dina berharap keterampilan yang telah diberikan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan Kampung Mariadei. Ia mendorong ibu-ibu PKK untuk mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
“Saya mungkin berhenti sampai di sini karena masa KKN kami telah selesai, tetapi ilmu yang telah saya berikan saya berharap dapat terus dilanjutkan oleh mama-mama semua. Semoga usaha ini nantinya dapat membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan ekonomi lokal di Kampung Mariadei,” ujar Dina.
Menurutnya, pengembangan ekonomi lokal penting karena dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pelaku UMKM di kampung membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak hanya melalui pelatihan dan pendampingan, tetapi juga fasilitas produksi, pemasaran serta dukungan anggaran.
Dina berharap ibu-ibu PKK Kampung Mariadei dapat terus mengembangkan keterampilan pengolahan kelapa tersebut sehingga ke depan dapat menjadi salah satu usaha unggulan kampung.
Cendera Mata Jadi Simbol Kebersamaan
Selain meninggalkan sejumlah program kerja, mahasiswa KKN Kelompok 19 juga membawa pulang pengalaman dan kesan mendalam selama berada di Kampung Mariadei.
Dina mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari mama-mama dan seluruh masyarakat sejak awal kedatangan hingga berakhirnya masa KKN.
Kehangatan tersebut semakin terasa dalam acara perpisahan ketika mama-mama Kampung Mariadei memberikan cendera mata kepada mahasiswa sebagai bentuk kasih sayang dan kenang-kenangan.
Bagi Dina, cendera mata tersebut bukan sekadar pemberian, tetapi menjadi simbol hubungan, kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terbangun selama mahasiswa menjalankan pengabdian di kampung tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dina juga berpesan kepada ibu-ibu PKK dan seluruh masyarakat agar terus belajar dan berusaha.
Ia berharap usaha pengolahan kelapa menjadi minyak goreng dan VCO yang telah dirintis bersama dapat dilanjutkan dan dikembangkan hingga mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat secara luas.
Berharap Dukungan Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Dina juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen agar program pemberdayaan UMKM masyarakat dapat terus diagendakan dan mendapat perhatian.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan yang berkelanjutan berupa pelatihan, fasilitas produksi, pendampingan, pemasaran hingga dukungan anggaran.
Dukungan tersebut dinilai penting agar keterampilan yang telah diperoleh masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Perpisahan Penuh Haru
Suasana haru semakin terasa ketika mahasiswa KKN Kelompok 19 menyampaikan syair perpisahan kepada masyarakat Kampung Mariadei.
“Jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Namun perpisahan bukan berarti akhir dari kenangan. Hari ini kita berjabat tangan dan mengucapkan selamat jalan, tetapi kebersamaan akan tetap tersimpan dalam ingatan.”
Mahasiswa KKN Kelompok 19 mengungkapkan bahwa kedatangan mereka ke Kampung Mariadei membawa misi pengabdian. Sementara kepulangan mereka membawa cerita, pengalaman, kasih dan persahabatan yang akan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan.
“Ombak di pantai Mariadei boleh terus berkejaran, angin boleh membawa langkah kami menuju tempat tujuan. Tetapi nama Kampung Mariadei akan tetap menjadi kenangan, karena di sinilah kami belajar arti kebersamaan dan kekeluargaan,” demikian pesan perpisahan mahasiswa KKN Kelompok 19.
Dengan berakhirnya masa KKN, mahasiswa Kelompok 19 bersiap kembali ke Jayapura. Meski program pengabdian telah selesai, mereka berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan masyarakat Kampung Mariadei tetap terjaga.
“Terima kasih Kampung Mariadei, terima kasih mama-mama dan seluruh masyarakat. KKN kami boleh berakhir hari ini, tetapi kenangan dan kasih sayang ini akan tetap hidup di hati kami.”
(**)
Pewarta : Ferry Wayangkau














