Serui Pos – Upaya pencegahan HIV/AIDS di wilayah Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Jemaat Gereja Kalvari Pentakosta Misi di Indonesia (GKPMI) El-Shadai Serui Kota menggelar talk show sosialisasi sekaligus screening HIV/AIDS dalam rangka memperingati HUT Departemen Kaum Wanita (DKW) ke-23, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja GKPMI El-Shadai tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan, tokoh gereja, hingga pelajar dan organisasi masyarakat. Hadir sebagai narasumber utama Andi Raya Sarjatno, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kepulauan Yapen yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan setempat.
Dalam paparannya, dr. Andi mengungkapkan perkembangan terbaru kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen. Berdasarkan data hingga 30 Desember 2025, jumlah kasus tercatat meningkat dari 2.962 menjadi 3.039 kasus, dengan sekitar 47,8 persen pasien belum menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).
“Dengan dukungan gereja, kami berharap sosialisasi dan edukasi dapat berjalan lebih efektif. Pencegahan HIV/AIDS dimulai dari kesadaran masyarakat, antara lain dengan menghindari hubungan seksual berisiko, penggunaan narkoba, dan jarum suntik bersama,” ujar dr. Andi.
Ia menegaskan bahwa edukasi dan pengurangan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan penyakit tersebut.
Gereja Didorong Jadi Agen Perubahan
Gembala Jemaat GKPMI El-Shadai, Yohanes Menanti, menegaskan bahwa gereja tidak hanya berperan dalam pelayanan rohani, tetapi juga harus hadir dalam isu kesehatan masyarakat.
Menurutnya, tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih aktif melakukan edukasi dan pencegahan.
“Data menunjukkan Kabupaten Kepulauan Yapen berada di peringkat empat untuk kasus HIV di Papua. Ini mengingatkan kita bahwa peran gereja tidak bisa hanya bersifat spiritual, tapi juga harus mendukung kesehatan masyarakat secara nyata,” kata Yohanes.
Ia menambahkan, sosialisasi HIV/AIDS perlu menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dan generasi muda agar kesadaran terhadap risiko penularan dapat tumbuh sejak dini.

Dorong Kesadaran dan Pemeriksaan Dini
Ketua Departemen Kaum Wanita GKPMI El-Shadai, Ruth Elizabeth Waromi, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan gereja terhadap program pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS.
Menurutnya, peserta yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap peserta yang hadir dapat menyampaikan kembali informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar, serta mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Selain talk show, rangkaian peringatan HUT DKW ke-23 juga diisi dengan peluncuran rumah baca pada 9 Maret 2026 di Kampung Warari, Distrik Anotaurei, sebagai bagian dari program literasi jemaat.
Ketua panitia kegiatan, Fonny Flora Imbab, berharap kegiatan edukasi ini mampu memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, khususnya perempuan, ibu rumah tangga, serta generasi muda.
“Dengan adanya kegiatan ini, wanita, ibu, dan anak-anak muda diharapkan memperoleh edukasi yang lebih baik sehingga bisa menjadi berkat bagi lingkungan di mana pun mereka berada,” kata Fonny.
Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara gereja, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi kesehatan serta mendorong upaya pencegahan HIV/AIDS di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.
















