BERITASosial MasyarakatTanah Papua

Grup Facebook Info Kejadian Disusupi Ribuan Akun Palsu ! Masyarakat Papua Diminta Waspada Kegaduhan Media Sosial

317
×

Grup Facebook Info Kejadian Disusupi Ribuan Akun Palsu ! Masyarakat Papua Diminta Waspada Kegaduhan Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Serui Pos – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Papua mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya ribuan akun palsu yang aktif memprovokasi situasi di sejumlah wilayah Provinsi Papua melalui media sosial, khususnya Facebook.

Akun-akun anonim tersebut terpantau aktif di berbagai grup yang menjadi pusat perhatian publik, seperti Info Kejadian Kota Jayapura, Lintas Kejadian, Membangun Mamberamo Raya, Info Kejadian Kota Serui, serta grup informasi di Waropen dan Biak. Grup-grup ini dinilai sarat dengan akun anonim yang kerap menyebarkan informasi tanpa sumber jelas, bahkan memicu kegaduhan sosial.

- Iklan Berbayar -

Alldo Mooy selaku Relawan TIK Papua menghimbau masyarakat agar lebih jeli dalam mengonsumsi informasi dari media sosial. Menurutnya, akun-akun palsu cenderung menyebarkan provokasi dibandingkan edukasi.

“Akun-akun palsu selalu akan memberikan provokasi daripada edukasi. Karena itu masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terpancing. Minimal lihat foto akunnya, informasi akunnya jelas atau tidak. Karena banyak akun facebook sekarang yang palsu dan selalu bikin panas situasi” ujarnya.

Sementara itu, senior Relawan TIK Papua, Mark Imbiri, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemetaan (mapping) aktivitas digital setiap tiga bulan. Namun pada awal tahun 2026 ini, situasi dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Biasanya kami mapping per tiga bulan. Awal tahun ini belum cukup tiga bulan, yakni Januari sampai Maret, sudah banyak informasi yang disebarkan akun palsu dan menimbulkan kegaduhan sosial di masyarakat. Bahkan admin dan moderator grup Facebook di beberapa kabupaten lalai dalam memfilter konten provokatif tersebut,” ujar Mark, saat dihubungi.

Mark menjelaskan, di beberapa grup wilayah seperti Biak, Waropen dan Mamberamo Raya, akun anonim justru lebih mendominasi dalam menyampaikan informasi. Meski sebagian informasi terlihat faktual, namun kemasannya tidak dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan identitas anonim.

Sedangkan di Kota Jayapura, Sentani, dan Serui, ditemukan banyak akun palsu yang aktif berkomentar dengan narasi menyalahkan pemerintah, bahkan persoalan rumah tangga yang seharusnya menjadi ranah privasi turut diloloskan dalam grup-grup informasi kejadian.

Relawan TIK Papua pun meminta pemerintah daerah di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori agar melalui dinas teknis dapat mengakomodir serta membina para admin dan moderator grup Facebook. Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan informasi publik di ruang digital dapat berjalan lebih baik, terarah, serta mendukung keterbukaan informasi publik secara sehat dan bertanggung jawab.

Relawan TIK menegaskan bahwa literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi maraknya akun palsu dan disinformasi. Masyarakat diharapkan lebih bijak, memverifikasi informasi sebelum membagikan ulang, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu benar. (**)