BERITAPemerintahanSosial Masyarakat

 NU Yapen Gelar Halal Bihalal Bersama Anggota DPR Papua Graha Christie Mambay

466
×

 NU Yapen Gelar Halal Bihalal Bersama Anggota DPR Papua Graha Christie Mambay

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama Anggota DPR Papua, Graha Christie Mambay, dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menebar Kebaikan untuk Meraih Ridho Allah SWT.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Silas Papare, yang berlokasi di Jalan Maluku, pada Selasa (24/03/2026). Acara ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Muslimat NU, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

- Iklan Berbayar -

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Graha Christie Mambay menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa peran Muslimat NU sangat strategis dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang harmonis, serta menjadi garda terdepan dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Halal Bihalal ini, kita diajak untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama menebarkan kebaikan demi meraih ridho Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, pihak PC Muslimat NU Kepulauan Yapen menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud komitmen dalam berkontribusi terhadap pembangunan moral dan sosial masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Graha Christie Mambay juga menekankan pentingnya pembangunan yang merata dan berpihak kepada rakyat.

“Kita semua tentu menginginkan pembangunan yang merata, pelayanan publik yang berkualitas, serta kebijakan yang berpihak pada rakyat. Namun kita juga perlu jujur bahwa masih ada hal-hal yang perlu kita benahi bersama, baik dalam tata kelola pemerintahan, dalam keberpihakan kebijakan, maupun dalam konsistensi pelaksanaannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa fungsi pengawasan menjadi hal penting, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.

“Saya percaya, dengan komunikasi yang terbuka dan partisipasi masyarakat yang aktif, kita bisa memperbaiki banyak hal. Karena pada akhirnya, pembangunan tidak hanya diukur dari apa yang direncanakan atau dikampanyekan, tetapi dari apa yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan. (**)