BERITAKesehatanPemerintahan

Dinkes Yapen Gelar Rakor, Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2026

171
×

Dinkes Yapen Gelar Rakor, Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tahap I Tahun 2026 di Hotel Kelapa Dua Serui, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pencegahan, pengendalian, hingga eliminasi penyakit menular prioritas, yakni Human Immunodeficiency Virus (HIV), Tuberkulosis (TB), Malaria, dan Kusta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani, SKM., MPH, mengatakan keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan program pengendalian HIV, TB, Malaria, dan Kusta sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujarnya.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengelola program AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Kusta dari 17 Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Yapen, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan pemerintah distrik, petugas program Dinas Kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Turut hadir Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Yapen bersama para tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan perwakilan klasis gereja. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi terkait kebijakan dan strategi pengendalian HIV, TB, Malaria, dan Kusta, situasi serta capaian program penyakit menular di wilayah kerja masing-masing, hingga peran Puskesmas dalam penemuan kasus, pengobatan, dan pelaporan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat dalam edukasi kesehatan serta upaya mengurangi stigma terhadap penderita penyakit menular.

Kegiatan juga membahas pentingnya dukungan pemerintah distrik dalam pelaksanaan program kesehatan. Para peserta mengikuti sesi diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) guna memastikan keberlanjutan program hingga ke tingkat distrik dan puskesmas.

Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan dalam kegiatan tersebut, antara lain dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Dokter Spesialis Paru RSUD Serui, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Serui, serta para pengelola program HIV, TB, Malaria, dan Kusta.

Melalui rapat koordinasi, advokasi, dan sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen berharap terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit menular prioritas, meningkatnya dukungan lintas sektor, serta tersusunnya rekomendasi dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kegiatan yang didanai melalui DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan, pengendalian, dan eliminasi penyakit menular demi mewujudkan masyarakat Kepulauan Yapen yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

(Humas Dinkes Yapen/ Pace Tawarare)