BERITAPemerintahanTanah Papua

Kunjungi Yapen, Gubernur Papua Dorong Kebangkitan Perkebunan Kakao

706
×

Kunjungi Yapen, Gubernur Papua Dorong Kebangkitan Perkebunan Kakao

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terus mendorong penguatan sektor perkebunan kakao melalui program “Gerbang Kaya” atau Gerakan Kebangkitan Kakao Yapen.

Program tersebut kembali menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Kabupaten Kepulauan Yapen, Selasa (19/5/2026).

- Iklan Berbayar -

Dalam agenda kunjungan tersebut, Fakhiri bersama rombongan meninjau langsung kebun kakao masyarakat di Kampung Menawi, Distrik Angkaisera, usai melaksanakan panen perdana padi di Kampung Wabuwayar, Distrik Teluk Ampimoi, serta mengecek pelayanan kesehatan di Puskesmas Menawi.

Kunjungan itu turut didampingi Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dan Wakil Bupati Roi Palunga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangkitkan kembali sektor kakao rakyat yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan Yapen.

Turut hadir pula Billy Gracia Mambrasar yang ikut meninjau potensi perkebunan kakao masyarakat. Kehadiran Billy dinilai membuka peluang kolaborasi investasi dan pengembangan hilirisasi kakao di wilayah Kepulauan Yapen.

Kabupaten Kepulauan Yapen dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi kakao cukup besar di Papua. Komoditas tersebut telah lama dibudidayakan masyarakat di sejumlah distrik seperti Angkaisera, Kosiwo, hingga Raimbawi karena didukung kondisi tanah dan iklim tropis yang dinilai cocok untuk pengembangan kakao berkualitas.

Melalui program Gerbang Kaya, pemerintah daerah melakukan pendampingan terhadap kelompok tani mulai dari pembukaan lahan, penyediaan bibit, perawatan tanaman, hingga peningkatan kualitas pascapanen.

Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Kepulauan Yapen juga mulai memperkuat akses pasar hasil kakao masyarakat. Selama ini sebagian besar hasil panen petani masih dijual dalam bentuk biji mentah kepada pengepul lokal dengan harga yang mengikuti fluktuasi pasar global.

Padahal, kakao Papua dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional karena ditanam secara alami dan memiliki cita rasa khas.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan kakao fermentasi asal Papua juga disebut mulai meningkat, terutama untuk kebutuhan industri cokelat artisan dan UMKM olahan cokelat di Indonesia.

Pemerintah daerah kini mendorong kelompok tani meningkatkan kualitas fermentasi dan pengolahan kakao agar memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus menarik minat investor masuk ke sektor industri kakao rakyat di Yapen.

Dalam kunjungan tersebut, Fakhiri memastikan pemerintah provinsi akan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor perkebunan kakao di Yapen.

“Kami punya hati untuk membangun Yapen. Masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir. Kalau ada lahan, langsung sampaikan kepada bupati,” kata Fakhiri usai mengunjungi kebun kakao masyarakat di Kampung Menawi.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam membantu petani melalui penyediaan alat pertanian dan bibit kakao unggulan, termasuk bibit kakao dari Papua Nugini yang diharapkan masyarakat.

“Kepada masyarakat petani kakao, ketika membuka lahan, saya pastikan pemerintah akan memberikan bibit yang dinilai bagus,” ujarnya.

Selain bantuan bibit dan alat pertanian, Pemerintah Provinsi Papua juga disebut akan mengalokasikan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan guna memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurut Fakhiri, Yapen masih membutuhkan perhatian besar dalam pembangunan berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, infrastruktur, hingga pelayanan masyarakat.

“Saya sudah keliling ke Sarmi, Mamberamo, Waropen, dan sekarang di Yapen. Khusus untuk Yapen, saya akan pastikan pada anggaran perubahan nanti ada bantuan dari Provinsi Papua,” tegasnya.

Melalui sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan dukungan pengembangan investasi ekonomi Papua, program Gerbang Kaya diharapkan mampu mendorong kebangkitan perkebunan kakao rakyat secara berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Yapen. (**)