SERUIPOS.COM – Menyambut perhelatan akbar Piala Dunia 2026, para penggemar sepak bola di Kabupaten Kepulauan Yapen menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan dan sportivitas selama berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Bertempat di ruang rapat Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Yapen, Minggu (31/5/2026), digelar pertemuan yang mempertemukan berbagai komunitas pendukung negara peserta Piala Dunia 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan fans Argentina, Belanda, Belgia, Brasil, Jerman, Inggris, Spanyol, Portugal, Prancis, dan Kroasia.
Dalam pertemuan itu, seluruh perwakilan fans sepakat untuk melaksanakan konvoi bersama pada 10 Juni 2026, sehari sebelum pembukaan resmi Piala Dunia 2026. Konvoi direncanakan mengambil titik start dan finish di Alun-alun Trikora Serui.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Yapen, Sonny Woria, mengatakan bahwa inisiatif mengumpulkan seluruh komunitas pendukung negara peserta Piala Dunia merupakan bagian dari upaya mitigasi agar euforia turnamen tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat mendukung tim favorit harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati antarpendukung negara yang berbeda.
“Hal-hal yang perlu diketahui dan harus dijaga adalah menjaga marwah negara-negara yang didukung dengan baik. Masyarakat Yapen tidak boleh membakar bendera negara lain maupun melakukan ejekan yang merusak simbol dan lambang negara lain. Itu catatan penting dari Kesbangpol,” tegas Sonny Woria yang juga dikenal sebagai pendukung Brasil.
Sonny yang akrab disapa Bebeto Woria oleh kalangan fans Brasil turut mengapresiasi kehadiran dan komitmen seluruh perwakilan fans yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen.
“Konvoi bersama ini dilakukan untuk mempersatukan semua fans agar kekeluargaan dan kekompakan selama Piala Dunia dapat berjalan dengan baik dan aman,” ujar Bebeto Woria.
Melalui kesepakatan bersama tersebut, para penggemar sepak bola di Yapen berkomitmen menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai ajang hiburan dan persaudaraan, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan dukungan tidak menghalangi terciptanya kerukunan dan keamanan di tengah masyarakat. (**)
Pewarta : Philips

















