Iklan Berbayar
AspirasiBERITAKosiwoSosial Masyarakat

Abu Naik! Mahasiswa KKN Uncen Sukses Gelar Festival Teluk Mioka di Sarawandori

20
×

Abu Naik! Mahasiswa KKN Uncen Sukses Gelar Festival Teluk Mioka di Sarawandori

Sebarkan artikel ini

SARAWANDORI, SERUIPOS.COM – Festival Teluk Mioka yang digagas dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 41 sukses digelar di Kampung Sarawandori, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Meski berlangsung hanya satu hari, pelaksanaan festival tersebut menjadi momentum penting sekaligus lonjakan awal bagi pengembangan Festival Teluk Mioka agar dapat digelar lebih besar dan lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

SURVEI Juli - Agustus 2026

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa KKN, pemuda, Pemerintah Kampung, masyarakat serta berbagai pihak tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Sarawandori.

Festival tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, kreativitas pemuda dan kehidupan masyarakat di kawasan Teluk Mioka.

Ditutup dengan Yosim Bersama

Suasana semakin meriah saat rangkaian Festival Teluk Mioka ditutup dengan Yosim bersama.

Mahasiswa KKN, pemuda, masyarakat dan para tamu yang hadir bergabung dalam suasana penuh kebersamaan. Musik, tarian dan semangat kebersamaan membuat penutupan festival berlangsung meriah.

“Abu naik!” menjadi seruan yang menggambarkan pecahnya suasana penutupan ketika seluruh peserta larut dalam Yosim dan goyang budaya Papua Pegunungan bersama.

Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Festival Teluk Mioka bukan hanya tentang menampilkan sebuah destinasi wisata, tetapi juga tentang membangun kebersamaan masyarakat melalui budaya dan kreativitas.

Andi Leo - Ketua Panitia Festival Teluk Mioka
Andi Leo – Ketua Panitia Festival Teluk Mioka

Sehari, Tetapi Bukan Sekadar Sehari

Ketua Panitia Festival Teluk Mioka, Andi Leo, sebelumnya menyampaikan bahwa festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari.

Menurutnya, pelaksanaan perdana tersebut menjadi awal untuk melihat sejauh mana potensi Teluk Mioka dapat dikembangkan menjadi sebuah agenda wisata yang berkelanjutan.

Hal tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Kampung Sarawandori Dua, Lambert Karubaba, yang mendorong agar Agustus dan September dapat ditetapkan sebagai periode rutin Festival Teluk Mioka serta masuk dalam kalender wisata Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dukungan juga datang dari Ketua DPR Provinsi Papua, Denny H. Bonai, S.T., M.M., yang hadir dalam festival dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa KKN Uncen, pemuda, serta masyarakat Sarawandori.

Denny Bonai menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan Festival Teluk Mioka, termasuk dari sisi pendanaan dan promosi, serta mendorong keterlibatan Dinas Pariwisata dan perangkat daerah terkait.

KKN Uncen Tinggalkan Gagasan, Masyarakat Lanjutkan

Festival Teluk Mioka menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa KKN dapat meninggalkan gagasan yang kemudian dilanjutkan oleh masyarakat.

Kelompok 41 KKN Uncen tidak hanya hadir menjalankan program pengabdian, tetapi juga ikut membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengangkat potensi kampung melalui pariwisata dan budaya.

Kini tantangannya adalah bagaimana festival perdana tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan konsep yang lebih matang, promosi yang lebih luas dan keterlibatan masyarakat yang semakin besar.

Festival Teluk Mioka mungkin hanya berlangsung sehari. Tetapi semangat yang lahir dari sehari itu diharapkan menjadi awal perjalanan panjang Teluk Mioka menuju panggung wisata Kabupaten Kepulauan Yapen.

Abu naik! Teluk Mioka siap melangkah lebih jauh. (**)