KANDOWARIRA, SERUIPOS.COM — Pemerintah Kampung Kandowarira melaksanakan Musyawarah Kampung (Muskam) dalam rangka membahas dan menyusun usulan Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) Tahun Anggaran 2027, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Distrik Anotaurei, Marthen F. Payai, SE, dan dihadiri Kepala Kampung Kandowarira beserta aparat kampung, Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Marthen F. Payai menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga seluruh peserta dapat berkumpul dan melaksanakan Musyawarah Kampung dalam rangka membahas rencana pembangunan Tahun Anggaran 2027.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Musyawarah Kampung merupakan ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan arah program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Program yang diusulkan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” ujarnya.
Evaluasi Program dan Penentuan Skala Prioritas
Marthen menjelaskan, dalam menyusun program Tahun Anggaran 2027, pemerintah kampung bersama masyarakat perlu melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah direncanakan maupun dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Program yang masih relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dapat dipertimbangkan untuk dilanjutkan. Sementara program yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan dapat dievaluasi dan digantikan dengan program baru yang lebih prioritas.
Ia juga mengingatkan agar seluruh usulan program disesuaikan dengan kemampuan anggaran kampung. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan, namun penetapan program tetap harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta ketentuan yang berlaku.
“Program boleh kita usulkan banyak, tetapi kita harus mengacu pada kemampuan anggaran. Yang paling penting adalah program tersebut benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marthen meminta masyarakat untuk memberikan masukan secara aktif dan konstruktif selama proses musyawarah. Setiap usulan nantinya akan dibahas dan dirincikan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendamping Distrik Tekankan Program Prioritas
Sementara itu, Pendamping Distrik Anotaurei, Susanti, dalam penjelasannya terkait penyusunan usulan program, menekankan bahwa pembahasan RKPK Tahun Anggaran 2027 merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan kampung.
Menurutnya, masyarakat terlebih dahulu perlu membahas dan menentukan program-program yang menjadi kebutuhan utama untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2027.

Program prioritas harus didahulukan, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai usulan lainnya yang disampaikan oleh masyarakat.
“Yang pertama adalah program prioritas yang mau tidak mau harus kita kerjakan, baru kemudian usulan-usulan lainnya kita bahas bersama,” jelas Susanti.
16 Usulan Program RKPK Tahun 2027
Dalam Musyawarah Kampung tersebut, masyarakat bersama pemerintah kampung membahas sejumlah usulan program yang akan menjadi bahan penyusunan RKPK Kampung Kandowarira Tahun Anggaran 2027.
Adapun usulan yang dibahas meliputi:
- Operasional Kampung sebesar 3 persen;
- Penyusunan dokumen keuangan;
- Musyawarah perencanaan;
- Siskeudes Cloud;
- Program ketahanan pangan;
- Posyandu;
- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
- Program kepemudaan;
- Pemberdayaan dan kegiatan PKK;
- Program keagamaan;
- Kebersihan lingkungan kampung;
- Penyediaan air bersih dan kebutuhan pipanisasi;
- Pembangunan MCK sebanyak 5 unit;
- Pembatasan tanah adat;
- Pembuatan Peraturan Kampung (Perkam);
- Sarana dan prasarana kampung.
Seluruh usulan tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan RKPK Kampung Kandowarira Tahun Anggaran 2027, dengan tetap memperhatikan skala prioritas, kebutuhan masyarakat, kemampuan anggaran, serta ketentuan yang berlaku.
Musyawarah Kampung berlangsung dalam suasana terbuka dan partisipatif. Pemerintah kampung bersama masyarakat diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Di akhir kegiatan, Plt. Kepala Distrik Anotaurei, Marthen F. Payai, SE, menutup rangkaian pembahasan usulan program kerja Kampung Kandowarira Tahun Anggaran 2027.
Musyawarah tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan perencanaan pembangunan kampung yang benar-benar berasal dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampung Kandowarira. (**)
Pewarta : Ferry Wayangkau
















