SERUIPOS.COM – Dua film dokumenter bertema sosial dan kemanusiaan, yakni “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” serta “Teman Tegar Meira”, kini menjadi perhatian publik nasional karena dinilai menghadirkan pesan kuat tentang kehidupan masyarakat, lingkungan, dan perjuangan kemanusiaan di Indonesia.
Mantan aktivis LSM Papua sekaligus praktisi senior Relawan TIK Indonesia, Mark Imbiri, menyarankan masyarakat adat Papua maupun masyarakat Nusantara untuk menonton kedua film tersebut sebagai bahan edukasi sosial dan lingkungan, khususnya terkait sumber daya alam Papua dan kehidupan masyarakat lokal.
Menurut Mark Imbiri, film “Pesta Babi” membuka ruang refleksi mengenai kondisi hutan Papua, hak masyarakat adat, serta dampak pembangunan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat Papua.
“Film ini penting ditonton agar masyarakat memahami bagaimana kekayaan sumber daya alam Papua memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat adat dan masa depan generasi muda Papua,” ujar Mark Imbiri di Serui, Kamis (28/05/2026).
Film “Pesta Babi” sendiri menjadi perbincangan luas setelah sejumlah agenda nonton bareng di beberapa daerah dilaporkan mengalami pembatalan dan polemik publik. Namun di sisi lain, film tersebut justru semakin viral dan memicu diskusi tentang lingkungan hidup, hak masyarakat adat, dan pembangunan di Papua.
Selain itu, Mark Imbiri juga menyoroti film “Teman Tegar Meira” yang dinilai menghadirkan pesan kemanusiaan, solidaritas sosial, dan semangat perjuangan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Menurutnya, film “Teman Tegar Meira” memiliki nilai edukasi sosial yang kuat karena mengangkat pentingnya persahabatan, keteguhan, dan kepedulian terhadap sesama di tengah perkembangan zaman modern.
“Teman Tegar Meira bukan hanya hiburan, tetapi juga membawa pesan moral tentang persaudaraan, keteguhan hati, dan semangat menghadapi tantangan hidup. Film seperti ini baik untuk generasi muda,” katanya.
Mark Imbiri menilai kedua film tersebut memiliki pesan berbeda namun saling melengkapi. “Pesta Babi” mengajak masyarakat memahami isu lingkungan dan sumber daya alam Papua, sementara “Teman Tegar Meira” menguatkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Ia berharap ruang diskusi publik melalui film dan karya dokumenter terus dibuka secara sehat dan demokratis sebagai bagian dari pendidikan masyarakat.
“Film bisa menjadi media edukasi yang kuat untuk membangun kesadaran masyarakat tentang lingkungan, kemanusiaan, dan masa depan Papua,” tutupnya. (**)

















