SERUIPOS.COM – Gedung ibadah baru Gereja Pentakosta Di Papua (GPDP) Jemaat Hermon Warari, Kabupaten Kepulauan Yapen, resmi diresmikan dan ditahbiskan pada Jumat (14/8/2026).
Peresmian gedung gereja dilakukan oleh Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE., M.Si., yang ditandai dengan pengguntingan pita. Sementara pentahbisan dilakukan oleh Ketua Umum Sinode GPDP, Pdt. Dr. Roberth R. Marini, M.Th., ditandai dengan pembukaan pintu gereja.
Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pentahbisan oleh Bupati Kepulauan Yapen dan Ketua Umum Sinode GPDP.
Peresmian ini menjadi momentum bersejarah bagi jemaat GPDP Hermon Warari. Gedung ibadah permanen tersebut dibangun selama 10 tahun dan akhirnya diresmikan bertepatan dengan usia pelayanan jemaat yang telah memasuki 32 tahun.

Dalam laporan panitia, Pendiri GPDP Hermon Warari, Pdt. Markus Waay, didampingi Ketua Pembangunan Gereja Pdp. Maleakhi Pamanggori dan Koordinator Seksi Pembangunan Demianus Waay, menyampaikan bahwa total biaya pembangunan gedung ibadah baru mencapai Rp 559.420.000.
Meski telah diresmikan, panitia masih membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan, di antaranya pemasangan tegel, penyediaan semen dan pasir, serta pembayaran upah tukang untuk pekerjaan rabat pada sisi kanan dan belakang gedung gereja.

Ketua Sinode GPDP: Gereja Harus Menjadi Terang
Ketua Umum Sinode GPDP, Pdt. Dr. Roberth R. Marini, M.Th., dalam sambutannya mengajak jemaat untuk mensyukuri pertolongan Tuhan hingga gedung ibadah tersebut dapat diresmikan dan ditahbiskan.
“Kita bersyukur kepada Tuhan atas pertolongan-Nya sehingga hari ini gedung ibadah GPDP Hermon Warari diresmikan dan ditahbiskan dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebut peresmian tersebut menjadi catatan penting karena kini terdapat satu lagi gedung ibadah permanen di lingkungan Sinode GPDP.
Mengutip Matius 16:18 tentang pembangunan jemaat di atas batu karang, Pdt. Roberth menegaskan bahwa gereja harus menjadi terang dan berkat bagi semua orang.
Menurutnya, gereja bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat persekutuan jemaat serta tempat untuk menghadirkan terang dan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Bupati Yapen Apresiasi Perjuangan Jemaat
Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi kepada jemaat GPDP Hermon Warari yang telah menyelesaikan pembangunan gedung gereja setelah melalui proses panjang selama 10 tahun.
Ia mengatakan pembangunan sebuah gedung gereja bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan waktu, tenaga, pengorbanan dan dukungan dari berbagai generasi.
“Tidak gampang membangun sebuah gedung gereja. Waktu yang panjang, generasi berganti generasi, dan hari ini gereja dapat diresmikan,” kata Benyamin.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan kenaikan harga barang juga menjadi tantangan bagi jemaat dalam menyelesaikan pembangunan. Namun, ia mengajak jemaat tetap bersyukur karena pada akhirnya gedung gereja yang megah, bersih, rapi dan indah dapat diresmikan sesuai waktu Tuhan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, lanjutnya, memberikan apresiasi atas keberhasilan Jemaat Hermon Warari membangun gedung ibadah permanen.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, saya mengucapkan selamat atas peresmian gedung baru pada hari ini,” ujarnya.
Benyamin berharap keberadaan gedung baru tersebut semakin menumbuhkan sukacita dan semangat Majelis serta seluruh jemaat GPDP Hermon Warari untuk semakin rajin beribadah dan melayani Tuhan.
Ia juga menegaskan bahwa gereja memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memberikan bantuan Rp50 juta kepada Panitia Pembangunan Gereja GPDP Hermon Warari guna membantu menyelesaikan sisa pekerjaan pembangunan.
Ibadah Pentahbisan
Ibadah peresmian dan pentahbisan dipimpin dalam rangkaian pelayanan dengan Pdt. Yusak Takanyuai, S.Th. sebagai pelayan pujian dan Pdt. Dr. Roberth R. Marini, M.Th. sebagai pelayan firman.
Firman Tuhan diambil dari Keluaran 25:8, yang menekankan pembangunan tempat kudus agar Tuhan diam di tengah-tengah umat-Nya.
Dalam khotbahnya, Pdt. Roberth menyampaikan bahwa momentum peresmian gedung gereja merupakan sebuah Kairos atau waktu Tuhan bagi Jemaat GPDP Hermon Warari.
Ia mengatakan Tuhan memiliki “alamat” yang tepat untuk menghadirkan tempat kudus-Nya, yakni melalui jemaat yang bersedia menjadi mitra kerja dalam pelayanan dan membawa orang kepada keselamatan.
“Bukan Allah yang membutuhkan rumah ibadah, tetapi rumah ibadah menjadi pusat umat untuk bersatu memuliakan Allah,” pesannya kepada jemaat.
Ia juga mengajak jemaat untuk menyediakan ruang bagi Tuhan, menyiapkan hati dan menggunakan waktu untuk melayani Tuhan.
Menurutnya, Jemaat Hermon Warari membangun gedung gereja bukan sekadar karena kebanggaan atau kemampuan manusia, tetapi agar kehadiran Tuhan nyata di tengah jemaat dan menjadi sarana untuk menyelamatkan umat-Nya.
Sebagai penutup rangkaian pelayanan, Ketua Umum Sinode GPDP menyerahkan kunci gedung gereja baru kepada Gembala Jemaat GPDP Hermon Warari, Pdt. Thomas Waay.
Peresmian dan pentahbisan tersebut menjadi tonggak baru bagi perjalanan 32 tahun Jemaat GPDP Hermon Warari sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan, persekutuan dan kesaksian gereja di tengah masyarakat Kepulauan Yapen. (**)
Pewarta : Jekson Yapanani/SERUIPOS.COM
















