SERUIPOS.COM – Serui, Karateker Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen resmi dilantik, Kamis (20/8/2026), bertempat di Gereja Pniel Turu, Serui.
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Klasis Yapen Selatan, Pdt. Maria M. Mayor, S.Si, mewakili Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua.
Dalam pelantikan itu, Louis D. Nenepat dipercayakan sebagai Ketua Karateker FGM Kabupaten Kepulauan Yapen, sementara Yetro Boari dipercayakan memimpin Karateker FGM Kabupaten Waropen.
Dalam sambutannya, Pdt. Maria M. Mayor berpesan agar seluruh pengurus Karateker FGM yang telah dilantik tetap menjadikan Kristus Yesus sebagai panutan utama dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
Ia menegaskan bahwa FGM memiliki tanggung jawab untuk menjalankan arahan organisasi dari tingkat DPW hingga DPC FGM di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen.
“FGM yang dilantik harus bisa menjalankan apa yang menjadi arahan dari DPW kepada DPC FGM di Kabupaten Yapen dan Waropen,” ujar Pdt. Maria.
Menurutnya, keberadaan FGM harus menjadi bagian dari pelayanan gereja dan tidak boleh diarahkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu di luar kepentingan gereja.
“FGM wajib bisa membawa pelayanan gereja dari kepentingan pribadi dan kelompok tertentu di luar gereja,” pesannya.
Pdt. Maria juga berharap para pengurus Karateker dapat memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan konsolidasi organisasi dengan baik, sehingga proses menuju terbentuknya kepengurusan FGM definitif dapat berjalan dengan lancar.
Ia meyakini Tuhan akan memberikan pertolongan dan kekuatan kepada para pengurus Karateker dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Tuhan pasti akan menolong pengurus Karateker FGM dalam waktu yang ada untuk dapat konsolidasi agar FGM definitif nantinya. Selamat bekerja. Kami akan menopang dalam doa,” ungkapnya.
Pelantikan Karateker FGM Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pelayanan gereja, sekaligus membangun konsolidasi organisasi yang berlandaskan iman, kebersamaan, dan tanggung jawab pelayanan. (**)
















