Iklan Berbayar
AspirasiBERITAPeristiwaYAPEN

Kabut Asap Melanda Yapen, Anggota DPRK Fridolin Warkawani Minta Damkar Siaga !

6
×

Kabut Asap Melanda Yapen, Anggota DPRK Fridolin Warkawani Minta Damkar Siaga !

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Fridolin Warkawani

SERUI, KEPULAUAN YAPEN – Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Fridolin Warkawani, meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan menyusul maraknya kebakaran di sejumlah wilayah kawasan Saireri.

Fridolin menyoroti kondisi kebakaran hutan yang telah terjadi di sejumlah wilayah Papua, termasuk Nabire, Manokwari dan Biak, yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen.

SURVEI Juli - Agustus 2026

Dampak berupa kabut asap juga telah dirasakan di Yapen. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera memastikan kesiapan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengantisipasi apabila ditemukan titik api di wilayah Yapen.

“Dampak kabut sudah melanda Yapen. Untuk itu, pemerintah daerah harus segera menyiapkan Damkar. Kita harus mengantisipasi titik-titik api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar Fridolin, Minggu 23/8/2026.

Pemda dan OPD Teknis Diminta Waspada

Fridolin meminta Bupati Kepulauan Yapen bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya OPD teknis yang berkaitan dengan lingkungan dan kebencanaan, meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Menurutnya, kondisi situasional saat ini membutuhkan langkah antisipasi yang cepat dan terkoordinasi.

“Saya meminta kepada Bupati dan seluruh jajaran OPD, terutama OPD teknis yang menangani lingkungan, untuk lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem. Kita harus mengambil langkah pencegahan sebelum situasi menjadi lebih buruk,” katanya.

Ia juga meminta kepala distrik dan kepala kampung meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

Masyarakat di tingkat kampung diharapkan ikut berperan aktif menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Kepala-kepala distrik dan kepala kampung harus bersama-sama menjaga lingkungan. Kami juga meminta partisipasi dan perhatian serius dari masyarakat untuk menjaga hutan dari bahaya kebakaran,” ujarnya.

Damkar Harus Siap Personel dan Peralatan

Selain kesiapan operasional, Fridolin menyoroti aspek administrasi dan dukungan terhadap para pegawai Damkar.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan persoalan administrasi, termasuk hak dan upah pegawai Damkar, mendapat perhatian sehingga petugas dapat menjalankan tugas secara optimal.

Di sisi lain, fasilitas dan peralatan pemadam juga harus dipastikan tersedia dan berfungsi dengan baik.

“Untuk pemadam kebakaran harus segera disiapkan, baik dari sisi administrasi terkait masalah upah bagi pegawai Damkar maupun fasilitas dan alat yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan mereka sesuai tugas pokok dan fungsinya,” tegas Fridolin.

Menurutnya, kesiapan Damkar menjadi sangat penting karena apabila terjadi titik api, petugas harus mampu bergerak cepat sebelum api meluas.

Kebakaran Mulai Terpantau di Sejumlah Wilayah Yapen

Fridolin juga menyampaikan adanya informasi mengenai kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi di wilayah Yapen.

Ia menyebut beberapa kawasan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya wilayah lembah bagian barat Gunung Marora, Lembah Sampah Baru di Sarwandori menuju Mantembu, serta bagian belakang lembah sebelah barat kawasan Kuburan Yamborga.

Kondisi tersebut, menurut Fridolin, perlu segera ditindaklanjuti oleh instansi teknis untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan penanganan apabila ditemukan titik api.

“Kebakaran sudah terjadi hari ini. Bisa dipastikan ada beberapa wilayah yang perlu menjadi perhatian, seperti lembah bagian barat Gunung Marora, Lembah Sampah Baru di Sarwandori menuju Mantembu, serta di belakang lembah bagian barat Kuburan Yamborga,” ungkapnya.

Ia meminta informasi mengenai titik-titik tersebut segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar potensi kebakaran tidak meluas.

Tanggung Jawab Bersama

Fridolin menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan situasi yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, penanganan ancaman kebakaran bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, masyarakat, kepala distrik, kepala kampung dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini merupakan kondisi situasional. Jadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Kita semua harus mengambil bagian untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran,” pungkasnya.

Ia berharap seluruh masyarakat Yapen meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi maupun titik api di lingkungan masing-masing. (**)