Iklan Berbayar
BERITACerita WargaSAIRERI

KKN UNCEN Tinggalkan Kenangan Manis di Kampung Mariadei, Booth untuk Mama-Mama PKK Jadi Warisan Pengabdian

×

KKN UNCEN Tinggalkan Kenangan Manis di Kampung Mariadei, Booth untuk Mama-Mama PKK Jadi Warisan Pengabdian

Sebarkan artikel ini

Mariadei, SERUIPOS.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelompok 19 memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat di Kampung Mariadei, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penyediaan booth kontainer untuk mendukung kegiatan usaha mama-mama PKK Kampung Mariadei. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang usaha yang lebih tertata, bersih, menarik, dan memiliki nilai estetika.

SURVEI Juli - Agustus 2026

Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 bersama perangkat Kampung Mariadei. Dalam pelaksanaannya, pembuatan booth kontainer dilakukan melalui pihak ketiga atau swasta.

Sekretaris KKN UNCEN Kelompok 19, Dina Talita Paef, dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan konsentrasi Kebijakan Publik, mengatakan booth kontainer tersebut tidak hanya dimaknai sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kampung.

“Kami berharap booth kontainer ini dapat menjadi salah satu program tetap yang bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah dan diterapkan bagi kelompok usaha, terutama ibu-ibu PKK. Harapannya, program seperti ini dapat merata di berbagai titik sehingga mampu menciptakan ekonomi lokal yang hidup dan berkelanjutan,” ujar Dina.

Menurutnya, keberadaan booth dapat membantu pelaku usaha masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih tertata. Selain memberikan kenyamanan dalam berjualan, fasilitas tersebut juga dapat memperkuat identitas serta estetika lingkungan kampung.

Dina menegaskan, pemberdayaan mama-mama PKK penting agar masyarakat memiliki sumber pendapatan mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Tujuannya bukan hanya menyediakan tempat untuk berjualan, tetapi bagaimana masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat memiliki ruang untuk mengembangkan usaha, menghasilkan pendapatan sendiri, dan secara perlahan membangun kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Dorong Pengolahan Potensi Kelapa

Selain menyediakan fasilitas usaha, KKN UNCEN Kelompok 19 juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pemberdayaan.

Salah satu program yang dilakukan yakni memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan kelapa tua menjadi minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO).

Potensi kelapa yang tersedia di lingkungan masyarakat diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan potensi pendapatan masyarakat.

Dina berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan selama pelaksanaan KKN dapat terus diterapkan oleh masyarakat Kampung Mariadei setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Harapan saya selaku Sekretaris Kelompok 19, ilmu yang telah kami berikan selama berada di Kampung Mariadei dapat terus diingat dan diterapkan secara berkelanjutan. Kami ingin Kampung Mariadei tercinta dapat menunjukkan bahwa kampung ini mampu mandiri dalam bidang ekonomi, salah satunya melalui pengolahan potensi lokal seperti kelapa tua menjadi minyak goreng dan VCO,” ungkapnya.

KKN Diharapkan Tinggalkan Program Berkelanjutan

Dina menilai keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, pemerintah kampung, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai program yang telah dimulai selama pelaksanaan KKN tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan Kampung Mariadei.

Dengan adanya booth kontainer, pelatihan pengolahan produk lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat, mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 berharap Kampung Mariadei dapat terus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan KKN diharapkan tidak hanya menjadi program sementara, tetapi menjadi awal tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif dan usaha masyarakat yang mandiri.

Kehadiran booth kontainer juga diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kampung, masyarakat, dan pihak swasta dalam membangun ekonomi lokal.

Ke depan, pengelolaan yang baik dan pemanfaatan secara konsisten diharapkan mampu menjadikan fasilitas tersebut sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi produktif mama-mama PKK Kampung Mariadei. (**)

Pewarta : Ferry Wayangkau