Serui Pos – Tiga kampung di Distrik Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen akhirnya menikmati listrik setelah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu mulai beroperasi. Fasilitas energi terbarukan ini menerangi rumah warga serta sejumlah fasilitas umum di Kampung Miosnum, Yeituarau, dan Jeniari.
Berdasarkan data survei pembangunan PLTS Terpadu Miosnum, sistem listrik tenaga surya tersebut memiliki kapasitas 49,5 kWp dengan 90 panel surya berkapasitas 550 Wp. Infrastruktur ini dirancang untuk melayani sekitar 167 rumah dan fasilitas umum, serta dilengkapi 43 titik lampu penerangan jalan umum (PJU).
Sistem juga didukung tiga unit box baterai yang berisi total 90 baterai penyimpanan energi, sehingga listrik tetap dapat digunakan masyarakat pada malam hari.
Distribusi jaringan listrik saat ini telah menjangkau 150 rumah, terdiri dari 60 rumah di Kampung Miosnum, 42 rumah di Kampung Yeituarau, dan 48 rumah di Kampung Jeniari. Selain rumah warga, listrik dari PLTS juga menyuplai sejumlah fasilitas umum, yakni dua gereja, satu puskesmas, dan dua sekolah.
Kasubid Infrastruktur Bidang Fispra Bapperida Kepulauan Yapen, Paulus Richard Dawir, mengatakan pembangunan PLTS tersebut melalui proses panjang, mulai dari tahap survei hingga pembangunan di lapangan bersama tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Menurutnya, kehadiran listrik menjadi kabar besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi.
“Hari ini kita semua patut bersyukur. Kampung Miosnum, Yeituarau, dan Jeniari sudah terang. Ini bukan hal kecil, ini sukacita besar bagi masyarakat,” kata Paulus. Sabtu 14/3/2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas PLTS yang telah dibangun dengan biaya besar oleh pemerintah.
“Mari kita jaga baik-baik fasilitas ini. Rawat dan pelihara supaya listrik bisa terus menyala untuk anak-anak belajar, kegiatan ibadah di gereja, serta aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Paulus menegaskan sistem PLTS tersebut juga akan dioperasikan oleh operator lokal di kampung yang telah dibina untuk mengelola dan merawat instalasi listrik tenaga surya tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses menuju lokasi pembangunan tidak mudah. Tim teknis harus menghadapi cuaca ekstrem saat perjalanan laut dari Biak menuju Distrik Yerui.
Distrik Yerui sendiri berada di wilayah kepulauan bagian barat Kabupaten Kepulauan Yapen. Akses menuju kampung-kampung tersebut sangat bergantung pada transportasi laut dan kondisi cuaca, sehingga pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, menurut Paulus, pembangunan PLTS ini menjadi langkah penting dalam membuka akses pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah pulau-pulau terluar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen serta pemerintah pusat yang telah mendukung pembangunan fasilitas listrik tersebut.
Dengan hadirnya listrik dari PLTS, masyarakat di tiga kampung diharapkan dapat meningkatkan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan keagamaan, hingga perekonomian lokal.
“Kalau fasilitas ini dijaga bersama, listrik ini akan terus menyala untuk masa depan kampung,” ujarnya. (**)
















