SERUIPOS.COM | DPR Papua menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kota Jayapura, Senin (27/4/2026), terkait desakan penghentian operasi militer di Tanah Papua.
Aksi yang dilakukan oleh Solidaritas Mahasiswa Papua itu berlangsung di sejumlah titik, di antaranya Lingkaran Abepura, depan Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Padang Bulan, hingga kawasan Zipur Waena.
Mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yakni menghentikan operasi militer di wilayah sipil, melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan dan lansia, membuka akses kemanusiaan tanpa syarat, membebaskan tahanan politik, serta menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.
Ketua DPR Papua Denny Hendri Bonai bersama sejumlah anggota dewan turun langsung menemui massa di Lingkaran Abepura. Dalam pertemuan itu, Denny menyatakan pihaknya akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat.
“Saya sebagai ketua DPR Papua mengutuk keras tindakan pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua” tegas Ketua DPR Papua.
Kepada ribuan massa Denny Bonai mengatakan bahwa “Kami akan menindaklanjuti aspirasi ini ke pemerintah pusat, dalam hal ini kepada Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri,” kata Denny disambut hangat para massa pendemo yang memadati Lingkaran Abepura.
Ia juga menyoroti dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Puncak dan Dogiyai, yang disebut menimbulkan korban dari kalangan sipil.
Sementara itu, ditempat yang sama Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long menegaskan kehadiran DPR di tengah massa merupakan bentuk respons atas aspirasi masyarakat.
“Dengan datang langsung menemui saudara-saudara mahasiswa, ini menunjukkan kami sebagai wakil rakyat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang disampaikan,” ujarnya.
Terkait pembatasan aksi oleh aparat kepolisian, Tan menyebut pihaknya akan berkoordinasi agar ruang demokrasi tetap terbuka dan masyarakat dapat menyampaikan pendapat sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar ke depan ruang demokrasi benar-benar terbuka,” katanya.
Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan di depan Zipur Waena dan Kampus USTJ saat aparat berupaya membubarkan massa.
Terpantau situasi di sejumlah titik di Kota Jayapura dilaporkan mulai terkendali, meski aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi lanjutan aksi. (**)
















