BERITAPemerintahanTanah Papua

SAWAH : Papua Siap Jadi Lumbung Pangan, Gubernur Fakhiri Teken Kerja Sama dengan Kementan

93
×

SAWAH : Papua Siap Jadi Lumbung Pangan, Gubernur Fakhiri Teken Kerja Sama dengan Kementan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Matius D Fakhiri saat meninjau lokasi lahan cetak sawah di Kabupaten Keerom, Papua. (Foto : PapuaTerkini.Com)

SERUIPOS.COM | Pemerintah Provinsi Papua bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mendukung ketahanan pangan, Minggu (26/4), di Gedung Negara Papua, Dok V, Kota Jayapura.

Kerja sama tersebut difokuskan pada program pengembangan dan cetak sawah di Papua sebagai bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong wilayah ini menjadi kawasan potensial lumbung pangan di Indonesia timur.

- Iklan Berbayar -

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan kesepakatan ini menjadi langkah awal percepatan implementasi program cetak sawah di Papua yang masuk dalam prioritas pemerintah pusat.

“Kesepakatan ini menjadi fondasi untuk memulai pelaksanaan cetak sawah di Papua. Kami bersama pemerintah daerah akan mengawal program ini secara intensif agar berjalan optimal dan memberi dampak bagi penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan Papua memiliki potensi lahan yang luas untuk pengembangan pertanian, sehingga mendapat perhatian khusus dalam percepatan pembangunan sektor tersebut.

Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sinergi dengan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak hanya memperkuat kemandirian pangan daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Provinsi Papua siap bekerja sama dan mengawal seluruh program ini agar sukses dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat Papua dan mendukung agenda nasional,” kata Fakhiri.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor pertanian di Papua, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pangan berkelanjutan di wilayah tersebut. (**)