SERUIPOS.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Yapen bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen melaksanakan kunjungan kerja di Kampung Yobi, Distrik Yapen Utara, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Yobi tersebut bertujuan memperkuat upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Yapen, ibu Dina L. Rumbiak, Kepala Distrik Yapen Utara, Aldius Kanggunum, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Juniarto Damanik, serta Kepala Kampung Yobi, Adrian Desnarebo.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil, khususnya ibu hamil yang berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
PMT juga diberikan kepada balita usia 6 hingga 59 bulan yang mengalami gizi kurang, gizi buruk, berat badan kurang, maupun balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam meningkatkan status kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan angka stunting di daerah.
Melalui pemberian makanan tambahan bergizi, diharapkan ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan, sementara balita memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Selain pemberian PMT, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian bibit sayur kepada ibu hamil. Langkah tersebut dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.
Dengan menanam sayuran sendiri, keluarga diharapkan dapat memperoleh sumber pangan sehat yang kaya vitamin dan mineral guna membantu memenuhi kebutuhan gizi harian dan mencegah stunting sejak dini.
Tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan pembuatan cake labu bagi ibu-ibu PKK.
Pelatihan tersebut mengajarkan pemanfaatan labu kuning sebagai bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi yang dapat diolah menjadi makanan sehat sekaligus memiliki nilai ekonomis.
Melalui pelatihan itu, ibu-ibu PKK diharapkan mampu mengembangkan keterampilan usaha rumahan serta menciptakan peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Produk olahan pangan lokal seperti cake labu juga dinilai dapat menjadi alternatif camilan sehat bagi anak-anak dan keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Yobi.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara TP PKK, Dinas Kesehatan, pemerintah distrik, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan keluarga sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Kepulauan Yapen. (**)
Pace Tawarare

















