BERITASosial Masyarakat

Hadiah Tebak Skor Piala Dunia di Serui, Jadi Berkat untuk Bayi yang Kehabisan Susu

353
×

Hadiah Tebak Skor Piala Dunia di Serui, Jadi Berkat untuk Bayi yang Kehabisan Susu

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Di tengah semarak Piala Dunia 2026 yang menyatukan para pencinta sepak bola di Kabupaten Kepulauan Yapen, terselip sebuah kisah sederhana yang mengundang haru.

Seorang ibu muda bernama Lena tak kuasa menahan air mata saat menerima hadiah tebak skor berhadiah dari pertandingan Grup I antara Prancis melawan Senegal yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Prancis.

Hadiah senilai Rp100 ribu yang diterimanya mungkin tidak besar bagi sebagian orang, namun bagi keluarganya, hadiah itu datang pada saat yang paling dibutuhkan.

Uang tersebut langsung digunakan untuk membeli susu bagi bayinya 8 bulan yang sedang kehabisan susu .

“Terima kasih untuk hadiahnya. Walau 100 ribu, tetapi pas dengan waktu yang kami sangat butuhkan. Anak saya dari kemarin malam menangis dan minum air hangat karena susunya habis. Puji Tuhan saya dan suami tebak skor kemenangan Prancis 3-1 dan kami dapat hadiah pada waktu yang tepat,” ujar Lena sambil meneteskan air mata.

Menurut Lena yang enggan menyebutkan marga dan tidak mau difoto, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat kecil di Kabupaten Kepulauan Yapen saat ini cukup berat.

Karena itu, bantuan sekecil apa pun yang datang pada saat dibutuhkan memiliki arti yang sangat besar bagi keluarga mereka.

“Bagi kami masyarakat, keadaan sekarang memang sangat terasa susahnya. Ditambah efisiensi yang berdampak pada banyak hal. Jadi ketika dapat hadiah di waktu yang tepat seperti ini, kami merasa Tuhan benar-benar menolong keluarga kami,” katanya.

Ternyata bukan hanya Lena yang merasakan manfaat dari kegiatan tebak skor berhadiah yang digelar melalui Grup WhatsApp Yapen Piala Dunia 2026. Sejumlah pemenang lainnya juga mengaku hadiah yang mereka peroleh sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Salah seorang pemenang mengaku hadiah 100 ribu yang diterimanya digunakan untuk membeli kebutuhan dapur.

“Ini bukan soal besaran nilai hadiah, tapi bagaimana 100 ribu tersebut datang di waktu yang tepat.” ujarnya.

Pengakuan serupa juga datang dari beberapa anggota grup lainnya. Ada yang menggunakan hadiah untuk membeli pulsa untuk nonton Piala Dunia, membeli rokok dan lain sebagainya.

Di balik cerita-cerita tersebut, penggagas kegiatan Pesta Bola Tebak Skor Berhadiah, Mark Imbiri, mengaku bahwa kegiatan sederhana yang awalnya dibuat untuk membangun persaudaraan antarpendukung sepak bola justru menghadirkan begitu banyak kisah menyentuh.

“Awalnya tebak skor ini kami buat untuk meminimalisir bully antar fans dan menjaga kebersamaan selama Piala Dunia berlangsung di Serui. Kami ingin para pendukung berbagai negara bisa menikmati pertandingan dengan penuh sukacita dan persaudaraan. Ternyata kegiatan ini juga bisa menjadi berkat bagi masyarakat,” kata Mark.

Ia mengatakan bahwa keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan para donatur yang dengan sukarela menyediakan hadiah bagi para pemenang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yaitu Kaka Charles Gomar, Kaka Pieter Pulung, Kaka Ade Yullen Banua, Rian Hendrik, saudara Andre Worabai, dan Bapak Fridolin Warkawani yang selama ini menjadi donatur selama pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Kiranya kebaikan mereka menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Kisah Lena dan para pemenang lainnya menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan dan persaingan di lapangan hijau.

Di Kabupaten Kepulauan Yapen, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan cerita tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kadang-kadang, kebahagiaan memang datang dalam bentuk yang sederhana. Bukan karena besarnya hadiah yang diterima, melainkan karena bantuan itu hadir tepat ketika seseorang sangat membutuhkannya. (**)