Iklan Berbayar
BERITASosial Masyarakat

YADUPA Petakan Potensi Kopi, Durian, dan Kakao di Kampung Mambo, Yapen

813
×

YADUPA Petakan Potensi Kopi, Durian, dan Kakao di Kampung Mambo, Yapen

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Yayasan Anak Dusun  Papua (YADUPA) melaksanakan kegiatan Penilaian Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) dan Akses Pasar di Kampung Mambo, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen. Kegiatan ini berlangsung pada 22–23 Juli 2026 dan dilanjutkan pada 26–27 Juli 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan mengumpulkan informasi mengenai aset masyarakat adat yang berfokus pada komoditas tanaman jangka panjang, yakni kopi, durian, dan kakao, sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

- Iklan Berbayar -
Hubungi Kami Jika Kalian Ingin Beriklan

Dalam pelaksanaannya, YADUPA menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) untuk menggali, mengidentifikasi, dan memetakan aset yang dimiliki masyarakat adat Kampung Mambo.

Pendekatan ini menitikberatkan pada kekuatan dan potensi yang telah dimiliki masyarakat sebagai modal utama pembangunan.

Tim YADUPA mengumpulkan data melalui wawancara dengan petani, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi lapangan, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Mambo.

Selain itu, dilakukan survei dan pemetaan lahan perkebunan kopi, durian, dan kakao bersama petani dan pemerintah kampung guna menghasilkan peta sebaran tanaman jangka panjang atau Anare Matuge.

Seluruh data yang diperoleh, termasuk titik koordinat kebun hasil pemetaan lapangan, selanjutnya diverifikasi dan divalidasi bersama petani serta pemerintah kampung untuk memastikan akurasi informasi.

Hasil dari kegiatan ini akan disusun dalam bentuk laporan Penilaian Pengembangan Sumber Daya Alam dan Akses Pasar Kampung Mambo.

Laporan tersebut nantinya akan diserahkan kepada kelompok tani dan Pemerintah Kampung Mambo sebagai acuan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah.

YADUPA juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat berdasarkan temuan dan rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan penilaian tersebut.

Ketua YADUPA Cabang Kepulauan Yapen, Jekson Yapanani mengatakan seluruh pengetahuan lokal sesungguhnya berada di kampung dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.

“Semua pengetahuan lokal ada di kampung. Masyarakat adat bekerja mengelola tanah yang diwariskan oleh leluhur. Tanah ini tidak boleh pindah tangan kepada orang lain yang datang ke sini, karena dari tanah dan hasilnya telah menghidupi masyarakat di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, YADUPA akan terus hadir mendampingi masyarakat adat di Tanah Papua sebagai bentuk pelaksanaan mandat yang diberikan oleh masyarakat adat, khususnya di Kampung Mambo, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat adat, petani, dan pemerintah kampung menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus meningkatkan akses pasar bagi komoditas unggulan yang dimiliki Kampung Mambo. (**)