Iklan Berbayar
BERITAPendidikanSosial Masyarakat

Mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 Bimbing Mama-Mama PKK Mariadei Sulap Kelapa Tua Jadi VCO

780
×

Mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 Bimbing Mama-Mama PKK Mariadei Sulap Kelapa Tua Jadi VCO

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelompok 19 mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni bersama mama-mama PKK Kampung Mariadei.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kampung Mariadei, 4-5 Agustus 2026, sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk memanfaatkan potensi kelapa yang tersedia di kampung menjadi produk bernilai tambah.

- Iklan Berbayar -
Hubungi Kami Jika Kalian Ingin Beriklan

Pelatihan ini dibimbing oleh Dina Talita Paef, mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Konsentrasi Kebijakan Publik.

Dina bersama mahasiswa KKN Kelompok 19 memberikan pengetahuan sekaligus praktik langsung kepada mama-mama PKK mengenai pengolahan kelapa tua menjadi minyak kelapa dan VCO dengan metode sederhana yang dapat dilakukan menggunakan peralatan rumah tangga.

Kelapa Tua Diolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan dasar pembuatan VCO, mulai dari pemilihan kelapa tua berkualitas, pemisahan daging kelapa dari batok dan kulit, pencucian, pemarutan, pemerasan santan, hingga proses pengendapan dan penyaringan.

Pemilihan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan produk yang baik. Kelapa yang digunakan harus sudah tua, memiliki daging buah yang tebal dan berada dalam kondisi baik.

Daging kelapa kemudian diparut dan diperas menggunakan kain penyaring untuk memperoleh santan yang bersih dan kental.

Santan yang telah diperoleh kemudian didiamkan kurang lebih satu jam. Setelah terjadi proses pemisahan, bagian santan yang digunakan untuk proses VCO dipindahkan ke wadah dan dicampurkan dengan santan lainnya.

Selanjutnya, santan diaduk selama kurang lebih 10 menit dan dibiarkan pada suhu ruang sekitar 24 jam.

Setelah proses pengendapan, akan terlihat beberapa lapisan hasil pemisahan, yakni lapisan minyak di bagian atas, lapisan endapan atau blondo, serta lapisan air di bagian bawah.

Lapisan minyak kemudian diambil secara hati-hati untuk menjalani proses penyaringan.

Untuk mendapatkan minyak yang lebih jernih, proses penyaringan dilakukan menggunakan kertas filter atau filter kopi dan dapat dibantu dengan sedikit kapas untuk menyaring partikel-partikel kecil yang masih tersisa.

Setelah proses penyaringan selesai, VCO ditampung dan dikemas ke dalam botol.

Mama-Mama PKK Antusias

Mama Sekretaris PKK Kampung Mariadei, Marlin Wie Tade, menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19.

Menurut Marlin, mama-mama PKK sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena metode yang diperkenalkan cukup sederhana dan dapat dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di rumah.

“Pelatihan ini memberikan kami keterampilan baru. Kami juga menjadi lebih memahami teknik pembuatan VCO yang benar, termasuk bagaimana mengatasi kendala seperti minyak berbau tengik atau santan yang pecah,” ungkap Mama Marlin.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi mama-mama PKK.

Kelapa yang selama ini dapat dijual dalam bentuk buah dengan nilai ekonomi terbatas dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Pelatihan ini juga memberikan motivasi kepada mama-mama PKK untuk mengembangkan usaha rumahan atau UMKM guna membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Marlin juga mengapresiasi mahasiswa KKN UNCEN yang turut memberikan pemahaman mengenai pengemasan, pembuatan logo produk hingga pemasaran melalui media sosial.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19. Mereka tidak hanya memberikan pelatihan pembuatan VCO, tetapi juga membantu kami memahami pengemasan, pembuatan logo produk, hingga pemasaran melalui media sosial,” ujarnya.

Hidupkan Kembali Pengetahuan Lokal

Pengolahan minyak kelapa sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat Papua.

Sejak dahulu, masyarakat telah mengenal pengolahan minyak kelapa secara tradisional yang oleh sebagian masyarakat disebut sebagai “minyak putih”.

Minyak kelapa tradisional tersebut telah dimanfaatkan oleh orang tua untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Pengetahuan itu menjadi bagian dari pengalaman dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui kegiatan KKN, pengetahuan tersebut kembali diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih terstruktur, terutama dalam proses produksi, penyaringan, pengemasan, pemberian label dan pengembangan pemasaran.

Berpotensi Jadi Produk Unggulan Kampung

Mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 berharap pelatihan pembuatan minyak kelapa dan VCO tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN.

Pengolahan VCO dari kelapa tua dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan Kampung Mariadei apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.

Pengembangan usaha tersebut membutuhkan perhatian terhadap kualitas bahan baku, kebersihan proses produksi, pengemasan, label produk, legalitas usaha dan pemasaran.

Mama-mama PKK juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kampung serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui perangkat daerah terkait, khususnya sektor koperasi, UMKM dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga dapat berupa peralatan produksi, pelatihan lanjutan, pendampingan legalitas usaha, pengembangan kemasan, pemasaran hingga penyediaan fasilitas usaha seperti booth atau kontainer UMKM.

Dengan dukungan tersebut, produk VCO Kampung Mariadei diharapkan dapat berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki nilai jual dan pasar yang lebih luas.

KKN UNCEN Dorong Kemandirian Ekonomi

Program pelatihan pembuatan VCO dari kelapa tua menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19 kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Mahasiswa KKN Kelompok 19 berharap mama-mama PKK dapat melanjutkan keterampilan tersebut setelah masa KKN berakhir.

Kolaborasi antara masyarakat, Pemerintah Kampung, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar potensi kelapa di Kampung Mariadei dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Kami ingin mama-mama PKK dapat melanjutkan pengolahan kelapa menjadi VCO sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, potensi kelapa yang ada di Kampung Mariadei dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut menghidupkan ekonomi lokal,” demikian harapan mahasiswa KKN UNCEN Kelompok 19.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 4-5 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong pemberdayaan mama-mama PKK, mengembangkan potensi kelapa lokal, membuka peluang UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Kampung Mariadei. (**)

Pewarta : Ferry Wayangkau