SERUIPOS.COM — Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) mencanangkan Zona Integritas melalui penandatanganan Pakta Integritas pada 17 Agustus 2026. Momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi titik awal transformasi tata kelola dan budaya kerja di lingkungan Fakultas Teknik.
Pencanangan tersebut tidak ditempatkan sebagai seremoni administratif semata. Fakultas Teknik Uncen menjadikannya sebagai komitmen untuk membangun lingkungan akademik yang berintegritas, profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.
Ketua Zona Integritas Fakultas Teknik Uncen, Karl Karoluz W. Meak, S.T., M.T., mengatakan pencanangan ini merupakan momentum untuk mengubah pola kerja dari zona nyaman menuju budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas.
“Fakultas Teknik menuju satu transformasi, dari Zona Nyaman menuju Zona Integritas. Komitmen kita adalah Berintegritas, Profesional dan Berdampak,” tegas Karl.
Menurut Karl, integritas tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus tercermin dalam setiap tindakan, sementara profesionalisme harus terlihat dalam kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Fakultas Teknik harus mampu memberikan dampak nyata, baik bagi Universitas Cenderawasih maupun masyarakat Papua.
Dekan: Zona Integritas Harus Menjadi Roh Baru
Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, Dr. Ir. Enos Karapa, S.T., M.T., menyatakan dukungan penuh terhadap pencanangan Zona Integritas tersebut.
Enos menegaskan, Zona Integritas harus menjadi tonggak transformasi dalam pengelolaan fakultas dan tidak sekadar dijalankan sebagai program administratif untuk memenuhi tuntutan birokrasi.
“Pencanangan Zona Integritas ini menjadi tonggak transformasi pengelolaan dengan tujuan perkembangan Fakultas Teknik ke depan. Ini harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya sebagai slogan,” ujar Enos.
Ia berharap Zona Integritas dapat menjadi “roh baru” dalam penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Teknik.
Menurut Enos, perubahan tersebut harus diwujudkan melalui sistem pengelolaan yang jelas, terukur dan terintegrasi dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Dengan demikian, keberhasilan fakultas tidak hanya dinilai dari rutinitas administrasi, tetapi juga dari capaian kinerja, kualitas pelayanan, mutu akademik, profesionalisme sumber daya manusia, serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Enos meminta seluruh sivitas akademika Fakultas Teknik tidak hanya memahami makna pencanangan Zona Integritas, tetapi juga menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saya meminta seluruh civitas akademika di lingkungan Fakultas Teknik untuk memahami dan menjalankannya. Ini adalah komitmen kita bersama,” tegasnya.
“Teknik Sama, Teknik Satu”
Semangat membangun Zona Integritas di Fakultas Teknik Uncen turut diperkuat melalui semboyan “Teknik Sama, Teknik Satu.”
Semboyan tersebut merepresentasikan semangat kesetaraan, kebersamaan dan persatuan di lingkungan Fakultas Teknik.
Dalam implementasi Zona Integritas, pelayanan dan tata kelola diharapkan tidak dipengaruhi oleh jabatan, kedekatan, kepentingan maupun kelompok tertentu.
Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari satu ekosistem akademik yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah institusi.
Karena itu, “Teknik Sama, Teknik Satu” tidak hanya menjadi semboyan persaudaraan, tetapi juga menjadi energi kolektif untuk membangun Fakultas Teknik yang lebih terbuka, profesional, berkeadilan dan berorientasi pada pelayanan.
Wakil Rektor I: Kepintaran Tanpa Integritas Tidak Bermakna
Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih, Dr. Dirk Runtuboi, S.Pd., M.Kes., turut memberikan penekanan mengenai pentingnya integritas dalam dunia pendidikan.
Dirk mengingatkan bahwa kecerdasan, pengetahuan dan kemampuan harus berjalan beriringan dengan integritas.
“Apa artinya kita memiliki kepintaran dan pengetahuan, namun jika tidak memiliki integritas, maka sia-sialah apa yang kita miliki,” ujar Dirk.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, tanggung jawab dan kejujuran.
Ia mengatakan Universitas Cenderawasih ke depan membutuhkan sistem pendidikan yang sehat dan berdaya saing. Untuk mewujudkannya, seluruh unsur perguruan tinggi harus bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas.
Pakta Integritas sebagai Kontrak Moral
Penandatanganan Pakta Integritas Fakultas Teknik Uncen pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kelembagaan.
Pakta tersebut menjadi kontrak moral bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun tata kelola yang bersih, profesional, transparan, akuntabel dan berorientasi pada kualitas pelayanan.
Zona Integritas akan kehilangan makna apabila hanya menjadi dokumen yang tersimpan dalam arsip. Sebaliknya, pencanangan tersebut akan memiliki arti apabila masyarakat kampus dapat merasakan perubahan dalam pelayanan, proses akademik, administrasi, komunikasi dan tata kelola fakultas.
Pesan yang dibangun Fakultas Teknik Uncen melalui momentum tersebut pun menjadi jelas: berintegritas dalam sikap, profesional dalam bekerja dan berdampak dalam berkarya.
Dari Zona Nyaman menuju Zona Integritas, Fakultas Teknik Uncen kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa transformasi bukan sekadar slogan, melainkan perubahan nyata yang dapat dirasakan seluruh sivitas akademika.
Melalui semangat “Teknik Sama, Teknik Satu,” seluruh elemen Fakultas Teknik diajak bergerak dalam satu arah untuk membangun institusi yang berintegritas, profesional, sehat, berdaya saing dan memberikan dampak nyata bagi Papua. (**)

















