Iklan Berbayar
BERITAPemerintahan

HUT RI ke-81 di Yawakukat, Kolaborasi Pemerintah Distrik dan DPRK Kepulauan Yapen Jadi Sorotan

890
×

HUT RI ke-81 di Yawakukat, Kolaborasi Pemerintah Distrik dan DPRK Kepulauan Yapen Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

SERUIPOS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Yawakukat, Kabupaten Kepulauan Yapen, berlangsung khidmat di halaman Pelabuhan Fery Kabuaena, Senin (17/8/2026).

Upacara yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menjadi momentum yang memperlihatkan sinergi antara Pemerintah Distrik Yawakukat, DPRK Kepulauan Yapen, TNI-Polri, pemerintah kampung, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga warga dari tujuh kampung.

- Iklan Berbayar -
Hubungi Kami Jika Kalian Ingin Beriklan

Kepala Distrik Yawakukat Andris D. Numberi, SE bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Fridolin Warkawani, Anggota DPRK Kabupaten Kepulauan Yapen, mendapat kepercayaan membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keterlibatan unsur eksekutif di tingkat distrik dan lembaga legislatif daerah dalam satu rangkaian upacara tersebut menjadi simbol penting kolaborasi dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan di wilayah Yawakukat.

DPRK Hadir, Semangat Kemerdekaan Makin Bermakna

Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Fridolin Warkawani menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara.

Kehadiran anggota DPRK dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai representasi lembaga legislatif, tetapi juga menunjukkan keterlibatan wakil rakyat dalam momentum kebangsaan bersama masyarakat di tingkat distrik.

Sementara Kepala Distrik Yawakukat Andris D. Numberi memimpin jalannya upacara sekaligus menyampaikan amanat mengenai pentingnya mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.

Dalam amanatnya, Andris menegaskan bahwa HUT ke-81 RI tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus memperkuat tanggung jawab bersama dalam melanjutkan pembangunan dan mengisi kemerdekaan,” tegas Andris.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, meningkatkan pelayanan publik dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Distrik Yawakukat.

Diikuti 500 Peserta dari Tujuh Kampung

Upacara HUT ke-81 RI tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari tujuh kampung di wilayah Distrik Yawakukat.

Peserta terdiri dari ASN, pemerintah kampung, TNI-Polri, guru, pelajar SD hingga SMA, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat umum.

Mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih yang sedang melaksanakan pengabdian di tujuh kampung juga turut mengambil bagian dalam upacara.

Kehadiran seluruh unsur tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat Yawakukat dalam memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, wakil rakyat, generasi muda dan masyarakat.

 

Paskibra Angkatan 2024 Tuntaskan Tugas

Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh tiga anggota Paskibra Angkatan 2024, yakni Xanana Dirk Maker, Sabina Maria Nenat dan Agus Festu Woisiri.

Ketiganya menjalankan tugas dengan tertib dan penuh khidmat di hadapan peserta upacara.

Sementara Serka Frengki Tokoro dari Koramil 1709-01/Serui dipercaya sebagai Pemimpin Upacara.

Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Frans Wamosi, S.Pd, Guru SMP Negeri Borai.

Adapun Yuliana Astri Wardani, S.Pd, Guru SMP Negeri Borai, bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan Senny Woriasi, S.Pd, Guru SMP Negeri Borai, bertugas sebagai dirigen.

Sinergi untuk Pembangunan Yawakukat

Momentum HUT ke-81 RI di Yawakukat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus membangun daerah secara bersama-sama.

Pemimpin Upacara (Serka. Frengki Tokoro – Anggota Koramil 1709-01)

Sinergi antara pemerintah distrik dan DPRK, didukung TNI-Polri, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, mahasiswa dan masyarakat, dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendorong pembangunan di tujuh kampung.

Peringatan kemerdekaan di Kabuaena pun menjadi simbol bahwa semangat Indonesia tidak hanya dirayakan di pusat pemerintahan, tetapi juga hidup di tengah masyarakat hingga wilayah distrik.

Dari Kabuaena, Yawakukat meneguhkan semangat persatuan, gotong royong dan kerja nyata untuk mengisi kemerdekaan serta membangun Yapen dari kampung. (**)

Pewarta : Simon Tawarare