SERUIPOS.COM | SERUI – Pemandangan memprihatinkan kembali terlihat di Jembatan 3 Ton, distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Sebanyak 1,3 ton sampah ditemukan tersangkut di rangka jembatan saat Studio Photo Shutter bersama relawan dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih, Sabtu (1/8/2026).
Jumlah sampah yang mencapai lebih dari satu ton tersebut menjadi bukti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang menumpuk didominasi plastik, limbah rumah tangga, ranting, daun, serta berbagai jenis sampah lainnya yang dibuang ke sungai tersangkut di kiri kanan rangka jembatan.
Dengan kerja sama para relawan, seluruh sampah berhasil dievakuasi.
Namun kondisi tersebut menjadi peringatan keras bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terus terjadi dan mengancam kebersihan serta berpotensi memicu wabah dan pencemaran akibat sampah.
Perwakilan Studio Photo Shutter, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk kepedulian untuk menggugah kesadaran masyarakat.
“Kepedulian kecil hari ini akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan,” ujarnya, dikutip dari unggahan Facebook.
Ia berharap masyarakat berhenti menjadikan sungai dan kawasan jembatan sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga, bukan hanya pemerintah maupun komunitas.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Yapen, Rodaspus Ronald Patay, menegaskan pihaknya akan melakukan pembersihan secara rutin di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah, seperti Jembatan 3 Ton, Jembatan Katolik, dan kawasan belakang Newi Tarau.
Selain itu, DLH akan mengupayakan pemasangan papan imbauan dan peringatan di lokasi-lokasi tersebut serta mencari solusi lain sesuai kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rodaspus mengingatkan bahwa upaya pemerintah tidak akan berhasil apabila masyarakat tetap membuang sampah sembarangan.
Ia mengajak seluruh warga Kepulauan Yapen untuk mengubah kebiasaan dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Temuan 1,3 ton sampah di satu titik seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak.
Tanpa perubahan perilaku masyarakat, aksi bersih-bersih hanya akan menjadi kegiatan yang terus berulang, sementara sungai dan lingkungan di Kepulauan Yapen akan terus menjadi korban. (**)
















