SERUIPOS.COM – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura di Kampung Kainui 1, Kabupaten Kepulauan Yapen, menghadapi persoalan serius.
Sebanyak enam mahasiswa KKN Kelompok 45 dilaporkan terjangkit malaria saat menjalankan program pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok KKN 45 Uncen Jayapura, Elia Gabriel Howay, dari Posko KKN yang berada di SD YPK Tabernakel Kainui 1, Senin (10/8/2026).
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mahasiswa KKN tidak hanya berada di tengah masyarakat untuk melaksanakan program pengabdian, tetapi juga tinggal dan beraktivitas dalam lingkungan yang memiliki risiko penularan malaria.
Enam Mahasiswa Terjangkit, Pencegahan Diminta Jangan Menunggu
Ketua Kelompok KKN 45 meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen bersama Puskesmas Manawi segera mengambil langkah konkret untuk mencegah bertambahnya kasus.
Menurut Elia, penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah seseorang terjangkit. Upaya pencegahan dan edukasi di lapangan dinilai harus segera diperkuat.
“Kami sangat berharap adanya tindakan cepat dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Manawi, baik berupa sosialisasi pencegahan maupun langkah nyata di lapangan,” ujar Elia.
Kelompok KKN 45 berharap persoalan malaria di Kainui 1 mendapatkan perhatian serius, terutama karena terdapat mahasiswa yang kini dilaporkan telah terjangkit.
Desak Pembagian Kelambu Gratis
Salah satu permintaan utama mahasiswa KKN adalah pembagian kelambu secara gratis, khususnya bagi masyarakat dan mahasiswa yang tinggal di wilayah yang berisiko.
Kelambu dinilai menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk pada malam hari, terutama bagi warga dan mahasiswa yang tinggal di lokasi dengan potensi penularan malaria.
Selain pembagian kelambu, mahasiswa juga mendorong adanya langkah pencegahan terpadu, antara lain:
- Sosialisasi bahaya malaria kepada masyarakat secara langsung.
- Edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian malaria di lingkungan kampung.
- Pembersihan lingkungan dan pengendalian tempat yang berpotensi menjadi habitat nyamuk.
- Pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dan mahasiswa yang mengalami gejala atau memiliki risiko paparan.
- Pembagian kelambu gratis, termasuk kelambu berinsektisida apabila tersedia melalui program kesehatan
- Pemantauan lanjutan oleh petugas kesehatan terhadap kondisi mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.
Jangan Tunggu Kasus Bertambah
Kelompok KKN 45 berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Manawi tidak menunggu hingga jumlah warga maupun mahasiswa yang terjangkit bertambah.
Kondisi enam mahasiswa yang dilaporkan terjangkit malaria menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan dan pengendalian di lokasi KKN perlu mendapat perhatian segera.
Mahasiswa KKN berada di kampung dalam rangka menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan mahasiswa selama berada di lokasi KKN juga perlu menjadi perhatian bersama.
Masyarakat Kainui 1 dan mahasiswa KKN membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar imbauan.
Dinas Kesehatan dan Puskesmas Manawi diharapkan dapat segera melakukan penilaian situasi di lapangan, memberikan edukasi, memperkuat pencegahan, serta memastikan warga dan mahasiswa yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan mendapatkan akses pelayanan.
Enam mahasiswa yang terjangkit harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi lebih banyak kasus baru. (**)
Pewarta : Philipus
















